BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bakti Bangga Kencana di Kecamatan Lepar yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.
Kegiatan ini ditargetkan memperluas akses pelayanan bagi masyarakat kepulauan sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan program bakti Bangga Kencana dijadwalkan berlangsung mulai 18 Juni dan mencapai puncaknya pada 29 Juni 2026. Berbagai layanan akan diberikan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pelayanan keluarga berencana, program pemberdayaan lansia hingga intervensi percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pulau Lepar dipilih sebagai lokasi pelaksanaan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang berada di wilayah kepulauan.
“Kami berikan apresiasi atas kepercayaan dan perhatian BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memilih Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (10/6/2026).
Menurut Riza Herdavid, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan yang merata bagi seluruh masyarakat. Kehadiran layanan secara langsung dinilai mampu mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai program pemerintah. Langkah itu juga menjadi upaya memastikan warga kepulauan memperoleh pelayanan yang setara dengan masyarakat di wilayah lainnya.
Pemkab Bangka Selatan menilai program percepatan penurunan stunting tetap menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Berbagai intervensi akan diarahkan agar tepat sasaran dan mampu menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, validitas data dan penentuan wilayah prioritas menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
“Dengan data yang akurat dan lokus yang jelas, intervensi yang dilakukan akan lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegas Bupati.
Selain penentuan lokus prioritas, pemerintah daerah juga terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data sebagai dasar penyusunan program. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh upaya penanganan stunting berjalan lebih efektif dan terukur. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keselarasan program dengan target pembangunan nasional.
Sinkronisasi program daerah dengan indikator dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan. Keselarasan data dan program akan memudahkan proses pengukuran capaian serta memperkuat integrasi kebijakan di berbagai tingkatan pemerintahan. Dengan demikian, hasil program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang lebih optimal.
“Keselarasan data dan program menjadi faktor penting agar seluruh upaya yang dilakukan pemerintah daerah dapat terukur serta terintegrasi dalam capaian pembangunan nasional,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BKKBN, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Bakti Bangga Kencana diharapkan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program tersebut momentum untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga. Terutama diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Bangka Selatan.
“Dengan hadirnya layanan secara langsung di Pulau Lepar, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan setara dengan wilayah lainnya,” tukas Riza Herdavid.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)