TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Piala Dunia Fifa 2026 mulai hangat dibicarakan seiring semakin dekatnya pembukaannya
Ajang olahraga terbesar setelah Olimpiade tersebut dianggap bisa menyatukan penggemar sepakbola apapun latar belakangnya.
Pesta olahraga sepakbola empat tahunan itu sering dijadikan momen untuk mempererat tali silaturahmi, baik dilakukan lewat turnamen persahatan, latihan bareng hingga nonton bareng (Nobar).
Bukan hanya di kota-kota besar, pecinta sepakbola di desa-desa pun mulai ancang-ancang membuat berbagai kegiatan untuk memeriahkannya.
Seperti Tambusai FC, klub sepakbola dengan home base di Desa Tambusai, Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar ini berencana akan menggelar nobar menggunakan layar tancap.
"Ya biasanya digelar di aula kantor desa atau taman desa," ujar Anwar, seorang anggota tim Tambusai FC, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Sejumlah Pecinta Bola Buru Jersey Retro Timnas yang Berlaga di Piala Dunia 2026
Disampaikannya, nobar tersebut merupakan agenda rutin saat piala dunia atau ajang olahraga sepakbola besar lainnya.
Hanya saja Anwar belum memastikan pada laga apa nobar tersebut akan digelar.
"Kalau saat semi final atau final itu sudah pasti," katanya.
Anwar berharap, lewat nobar tersebut seluruh anggota tim serta seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul dan mempererat tali silaturahmi.
(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)