SURYA.CO.ID - Misteri kematian satu keluarga di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah akan segera terkuak.
Hal ini setelah hasil uji forensik dari sampel organ dari salah satu korban tewas sudah ada di angan penyidik kepolisian.
Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh mereka.
Untuk memastikan penyebab tewasnya korban, polisi pun melakukan otopsi terhadap jasad Alvano Evan Hakim, korban yang paling muda.
Baca juga: Ternyata Jasad Satu Keluarga yang Tewas di Wisata Temanggung Baru Ditemukan 12 Jam, Ini yang Terjadi
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa pihak penyidik telah menerima hasil laboratorium tersebut.
"Sudah ada informasi awal namun tidak kita berikan dulu ke umum," kata Artanto saat dikonfirmasi di Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
Dia menegaskan, tim penyidik saat ini masih membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan pendalaman mendalam agar estimasi waktu, keterangan para saksi, dan bukti-bukti fisik yang ditemukan oleh penyidik di lapangan bisa sinkron.
"Nanti pada saatnya dalam waktu dekat kita akan press conference dan merilis tentang hasil penyelidikan dan kita sampaikan secara transparan," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Nasir Anwar, mengatakan terdapat beberapa sampel material di tempat kejadian perkara (TKP) yang diambil untuk diteliti lebih lanjut oleh petugas.
Menurut Nasir, sejauh ini terdapat dua dugaan sementara yang menjadi penyebab utama kematian satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang tersebut.
Dua kemungkinan itu yakni akibat keracunan makanan atau akibat menghirup gas beracun dari kompor portabel yang digunakan oleh para korban di dalam tenda tertutup.
"Selain sampel makanan dan tabung gas juga diambil sampel dari salah satu korban yang usianya paling muda," kata Nasir.
Fakta lain mengungkap, ternyata jasad empat anggota keluarga ini baru ditemukan 8 hingga 12 jam setelah kematiannya.
Pjs Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Putra mengatakan, keluarga Ali ditemukan meninggal dalam keadaan tubuh kaku.
Sesuai pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung, keempat korban diduga sudah tewas selama kurun dini hari sampai pagi sebelumnya.
Baca juga: Imbas Satu Keluarga Meninggal di Wisata Temanggung, Tim Geologi Turun Tangan, Pemkab: Tak Masuk Akal
“Mereka ditemukan kurang lebih jam 15.45. Kemungkinan antara malam sampai pagi, 8-12 jam sebelumnya, sudah meninggal dunia,” ujar Komang di Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan hasil olah TKP Tim Identifikasi Polres Temanggung, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah, serta pemeriksaan empat saksi, berikut adalah runtutan kronologi lengkap peristiwa tersebut:
Selasa, 26 Mei 2026
Pukul 22.00 WIB:
Rombongan keluarga Ali Munawar tiba di area perkemahan Taman Wisata Alam Posong.
Mereka datang menggunakan mobil pribadi untuk melakukan aktivitas camping (berkemah) dan langsung mendirikan tenda glamping.
Malam Hari (Tengah Malam):
Keluarga tersebut melakukan aktivitas memasak barbekiu (barbecue) di area teras atau tepat di depan mulut pintu tenda.
Ali Munawar, yang memiliki pengalaman kerja di Korea Selatan, menggunakan satu set kompor gas portabel dan tungku tanah liat berbahan briket miliknya sendiri.
Selesai Memasak:
Karena kondisi cuaca di kawasan wisata lereng gunung tersebut sangat dingin, keluarga memutuskan masuk ke dalam tenda untuk beristirahat.
Sebelum tidur, mereka menutup rapat seluruh pintu tenda termasuk ventilasi di sisi kanan dan kiri.
Asap sisa pembakaran barbekiu diduga ikut terperangkap di dalam tenda yang bersifat kedap udara dan kedap air.
Rabu, 27 Mei 2026
Pukul 11.45 WIB:
Petugas pengelola wisata mendatangi tenda korban untuk mengingatkan agar bersiap melakukan proses check out karena area camping akan segera dibersihkan.
Petugas memanggil dari luar, namun sama sekali tidak ada respons atau jawaban dari dalam tenda.
Pukul 15.00 WIB:
Mengingat batas waktu check out resmi (pukul 12.00 WIB) sudah terlewat selama tiga jam, petugas kembali mendatangi lokasi.
Curiga karena kondisi tenda tetap hening, petugas berinisiatif membuka paksa pintu tenda.
Pukul 15.15 WIB:
Petugas menemukan keempat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh yang sudah kaku.
Pengelola wisata langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Temanggung.
Kamis, 28 Mei 2026
Pukul 08.00 WIB:
Satreskrim Polres Temanggung bersama tim medis mulai melakukan pemeriksaan intensif terhadap empat orang saksi.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kompor gas portabel, tungku briket, dan sampel sisa makanan untuk dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.
Baca juga: Kematian Keluarga asal Semarang di Posong, Pemkab Temanggung Buka Suara
Jumat, 29 Mei 2026
Siang Hari:
Pihak keluarga korban di Kabupaten Semarang dan Pemerintah Kabupaten Temanggung memberikan pernyataan resmi kepada media, menyatakan bahwa mereka sedang menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu tiga hari ke depan (sekitar tanggal 1 Juni 2026). (kompas.com/tribun jateng)