TRIBUNSUMSEL.COM - Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah terus menjadi perhatian publik.
Di tengah memanasnya konflik terkait hak bertemu anak dan nafkah pascaperceraian, mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, mengingatkan kedua belah pihak agar mengutamakan kepentingan anak.
Nanda menilai perselisihan yang terus bergulir seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Menurutnya, tidak ada pihak yang benar-benar menang atau kalah dalam konflik keluarga, terutama jika anak-anak ikut terdampak.
"Semoga jadi pembelajaran. Harus jadi pelajaran yang berharga," ujar Nanda, dikutip dari YouTube Trans TV Official, Rabu (10/6/2026).
Lebih lanjut, Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia atau Imarindo itu, meminta Sarwendah menurunkan ego.
Baca juga: Gemas Putrinya Diajak Live TikTok Tanpa Filter, Ruben Onsu Pertanyakan Keamanan Lingkungan Sarwendah
"Dan ingat, ego itu harus kita turunkan. Nggak ada menang, dan nggak ada kalahnya," ucap Nanda.
Terpenting menurut Nanda adalah kebahagiaan anak-anak Sarwendah dan Ruben dapat berkumpul dengan orang tua.
"Yang ada hanyalah kepentingan anak-anak," tambahnya.
"Anak-anak yang harus dimenangkan, kalau memang sayang sama anak-anak," katanya.
Dalam kesempatan itu, Nanda turut memberikan dukungan kepada Ruben yang tengah memperjuangkan haknya bertemu dengan anak.
Nanda berpesan kepada Ruben untuk terus menjaga kesehatannya.
"Ruben harus tetap kuat, harus jaga kesehatannya, kesehatan badannya, fisiknya, mentalnya juga."
"Dan tetap semangat," ungkapnya.
Sarjana Hukum Universitas Pancasila itu berharap, permasalahan Ruben dan Sarwendah dapat diselesaikan dengan cara baik-baik.
"Aku berharap ini konfliknya selesai dengan baik-baik juga," tandasnya.
Presenter Ruben Onsu mengungkap pengalaman yang membuatnya terkejut sekaligus sedih saat berinteraksi dengan putrinya di tengah polemik pascaperceraian dengan Sarwendah.
Dalam sebuah wawancara, Ruben mengaku mulai melihat adanya perubahan sikap dan cara berbicara anaknya.
Perubahan tersebut, menurutnya, terlihat dari beberapa ucapan yang disampaikan sang putri saat mereka berbincang.
Salah satu momen yang paling membekas terjadi ketika Ruben mengantar anaknya ke sekolah.
Saat itu, ia bercerita bahwa dirinya sempat datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ayah Sarwendah yang telah meninggal dunia.
Namun respons yang diterimanya justru membuat Ruben terdiam.
"Jadi kita tahu ada perubahan di dia, kelihatan dari ucapan," ujar Ruben, dikutip dari YouTube Trans Tv Official, Rabu (10/6/2026).
Saat bersama anaknya, Ruben bercerita dirinya yang sempat mendatangi rumah duka saat ayah Sarwendah meninggal dunia.
Di situ Ruben dibuat kaget dengan respons anaknya yang menyebutnya pencitraan.
"Ketika aku ngantar anak ke sekolah, terus aku ucapin ke Thania 'Kemarin ayah datang ke rumah duka loh', terus dia bilang 'Iya ya, ayah datang ke tempat yeye ayah pencitraan ya'," papar Ruben.
Ruben pun miris mendengar ucapan dari anaknya tersebut.
Dirinya lantas menanyakan ke anaknya soal kata-kata itu.
Tanpa menyebutkan nama, Ruben menyampaikan bahwa anaknya mengetahui kata 'Pencitraan' dari seseorang di lingkungan Sarwendah.
Karena hal itu, Ruben menduga anaknya telah terkena pengaruh buruk dari lingkungan mantan istrinya.
"Jadi saya langsung gini ya Allah, bagaimana lu rasanya menjawab itu? Loh tahu dari mana kata-kata pencitraan, emang pencitraan apa sih? dia sebutkan lah 'Nggak tahu tuh kata ini'," terang Ruben.
Awal kisruh bermula saat Ruben melayangkan protes pada Sarwendah, lantaran merasa dipersulit bertemu kedua putrinya yang kini dalam pengasuhan sang mantan istri.
Aksi Sarwendah dinilai Ruben melanggar kesepakatan yang sudah dibuat sejak mereka bercerai 24 September 2024 silam.
Ruben seharusnya diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.
Namun, Sarwendah disebut mempersulit Ruben bertemu anak-anaknya.
Sebagai bentuk protes, Ruben pun menghentikan nafkah senilai Rp 225 juta per bulan sejak akhir Desember 2026.
Sarwendah pun meradang dan menilai Ruben lepas dari tanggung jawab.