Hotel Di Kalsel Bersiap Sambut Masa Liburan Sekolah, Tawarkan Promo Menginap
Ratino Taufik June 10, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebentar lagi liburan sekolah, tentunya banyak yang merencanakan liburan mau ke mana. Dan pastinya pula akan memerlukan tempat menginap.

Sejumlah hotel di Kalimantan Selatan mulai melakukan berbagai persiapan dari penawaran promo kamar, penambahan fasilitas dan  peningkatan kualitas layanan.

General Manager Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin, Jekson Manalu, melihat bahwa periode liburan sekolah tetap berpotensi meningkatkan jumlah tamu hotel. 

Meskipun penguatan dolar AS terhadap rupiah memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat, kebutuhan berlibur bersama keluarga masih menjadi prioritas bagi sebagian masyarakat.

Penguatan dolar AS juga memengaruhi pola perjalanan wisatawan domestik, misalnya mendorong lebih banyak masyarakat memilih liburan dalam negeri dan menginap di hotel.

"Ya, kami melihat adanya kecenderungan tersebut. Ketika nilai tukar dolar AS menguat dan biaya perjalanan ke luar negeri menjadi lebih mahal, sebagian masyarakat cenderung mengalihkan anggaran liburan mereka ke destinasi domestik yang lebih terjangkau," katanya.

Pihaknya terus menyesuaikan strategi pemasaran agar tetap relevan dengan kondisi pasar. 

"Fokus kami bukan semata-mata pada penurunan harga, tetapi memberikan nilai tambah bagi tamu," katanya.

Beberapa strategi yang dilakukan antara lain menawarkan paket menginap keluarga, promo liburan sekolah, bundling kamar dengan makanan dan minuman, program loyalitas pelanggan, serta promosi melalui kanal digital dan media sosial. 

"Kami juga menjaga keseimbangan antara harga yang kompetitif dan kualitas layanan yang menjadi standar Swiss-Belhotel International," kata Jekson.

Adapun pasar Banjarmasin, kontribusi wisatawan mancanegara memang tidak sebesar destinasi wisata utama seperti Bali atau Jakarta. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel, Kamis 11 Juni 2026, BMKG Prediksi Hanya 1 Wilayah Bebas dari Cuaca Ekstrem

Namun Jekson tetap melihat peluang dari segmen pelaku bisnis, ekspatriat, serta wisatawan yang memiliki kepentingan pekerjaan maupun kunjungan ke Kalimantan Selatan.

"Dari sisi positif, potensi pergeseran wisatawan ke destinasi domestik dapat membantu meningkatkan okupansi hotel selama musim liburan. Selain itu, Indonesia menjadi relatif lebih menarik bagi wisatawan asing ketika dolar menguat," katanya.

Pihaknya tetap optimistis bahwa momentum liburan sekolah dapat memberikan kontribusi positif terhadap tingkat okupansi hotel.

Periode liburan sekolah tahun ini, Manajemen Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin menargetkan peningkatan tingkat hunian dibandingkan periode normal, dengan fokus utama pada segmen keluarga, korporasi, dan wisatawan domestik.

"Kami berharap tingkat okupansi dapat berada pada kisaran 50-60 persen selama puncak liburan sekolah, tergantung kondisi pasar dan tren perjalanan masyarakat. Target tersebut didukung oleh berbagai program promosi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan pemasaran digital yang kami jalankan," tandasnya.

Dikatakan Director of Sales and Marketing Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel, Novita Lubis, untuk tamu di hotelnya memang segmented atau tertentu. 

Lotusa by Swiss - Belhotel di Batulicin ini sendiri kebanyakan tamunya mempunyai keperluan pekerjaan atau perjalanan dinas .

Karena di Batulicin sendiri saat ini belum terlalu banyak untuk wisatawan asing, maka belum berdampak yang berarti untuk Lotusa, tepat dengan konsistensi dan strategi yang berpusat kepada pasar domestik ,Lotusa optimis dengan kondisi ke depannya.

"Kalau untuk di Batulicin sendiri kemungkinan besar akan ada limpahan tamu tamu dari domestik," analisa Novita.

Terkait untuk kondisi dolar apakah mempengaruhi hunian kamar, menurut Novita sedikit banyak pastinya juga turut berdampak untuk kedatangan tamu ataupun penggunaan hotel.

Selain itu akan berdampak terhadap pembelian bahan bahan untuk keperluan hotel ditambah biaya operasional hotel itu sendiri. 

"Selain efisiensi operasional atau saving program, Lotusa Hotel yang dikelola oleh  Swiss- Behotel tentunya  memilih strategi lebih menekan kan terhadap pasar domestik, kolaborasi dengan media, corporate, pemerintahan, UMKM dan komunitas untuk menciptakan pasar yang stabil," papar Novita.

Sedangkan General Manajer Hotel Roditha Banjarbaru, Nanang Erwanto, menyatakan optimis atas masa liburan sekolah.

"Iya kami mempersiapkan tambahan fasilitas kolam renang yang kita targetkan buka di akhir Juni 2026," katanya.

Targetnya, kata Nanang, dengan adanya promosi dan tambahan fasilitas akan full occupancy seperti biasanya.

Mengenai kondisi dolar, menurutnya belum begitu ada efek yang signifikan bagi Hotel Roditha Banjarbaru.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.