TRIBUNNEWS.COM - Langkah salah satu perwakilan Indonesia di sektor tunggal putra Australian Open 2026, Anthony Sinisuka Ginting, harus terhenti di babak awal pada Rabu (10/6/2026) di Quaycentre, Olympic Boulevard.
Ginting kandas di tengan pebulu tangkis China, Dong Tian Yao, lewat pertandingan yang berlangsung selama 54 menit itu.
Wakil Indonesia ini menyerah dengan skor 21-15 dan 21-15 atas Dong.
Secara umum, penampilan Ginting masih belum bisa lepas seperti biasanya.
Ia malah sering tertekan dari sang lawan yang tampil benar-benar agresif.
Pertahanan Ginting yang cukup mudah ditembus membuat perlawanannya tak bisa bertahan lama atas Dong.
Gugurnya Ginting di fase awal sebuah turnamen membuatnya masih belum bisa lepas dari tren serupa yang terjadi dalam beberapa ajang terakhir.
Sejak di Orleans Masters pada Maret 2026 lalu, Ginting tak pernah menjejak lebih dari fase 16 besar.
Baca juga: Jadwal Australia Open 2026 Hari Ini: Alwi Farhan dan Ginting Main, Leo/Daniel vs Wakil Tuan Rumah
Jalannya Laga
Pebulu tangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting tampil di babak 32 besar Australian Open 2026.
Ia tampil menghadapi pemain asal China, Dong Tian Yao.
Pada awal gim pertama, Ginting sbenearnya bisa unggul atas sang lawan.
Ia bahkah cukup nyaman meninggalkan lawannya itu dengan skor 0-5 di awal set pertama.
Ginting bisa melanjutkan itu dengan ketenangan dan pengembalian shuttlecock yang cukup baik.
Ia bisa menjaga keunggulan 5 angka atas Dong dengan skor 3-8.
Namun mendekati interval, permainan Ginting sedikit menurun.
Ia mulai melakukan kesalahan sendiri yang membuat Dong mendapatkan momentum.
Benar saja, sang lawan bisa memangkas jarak hingga 9-11 saat Ginting unggul di interval.
Permainan menjadi lebih ketat bagi kedua pemain setelah interval.
Don seolah mendapatkan momentum dari apa yang terjadi di pertengahan gim pertama.
Ia akhirnya bisa membalikkan keadaan untuk unggul pertama kalinya atas Ginting di angka 12-11.
Momentum yang ada di tangan Don pada akhirnya terus coba dimanfaatkan.
Ia bisa membuat pontang-panting lewat pengembalian shuttlecock yang rapi.
Dong menutup gim pertama dengan keunggulan 21-15 atas Ginting.
Situasinya belum membaik bagi Ginting di gim kedua.
Ia masih sangat terbatas untuk bisa menyerang sang lawan.
Malahan Dong cukup nyaman mencari celah untuk memberikan berbagai serangan terbaiknya kepada Ginting.
Pebulu tangkis China ini menutup interval gim kedua dengan keunggulan 11-9 atas Ginting.
Ginting berusaha tampil lebih menekan untuk bisa mendapatkan poin.
Serangan-serangan yang coba lepaskan ternyata mulai berhasil memberikan dirinya sedikit momentum.
Pada kedudukan 15-15, Dong sempat melakukan protes kepada umpire.
Ia sepertinya tak puas dengan cara serve dari Ginting.
Setelah terhenti beberapa saat, pertandingan kembali berlanjut.
Pada akhirnya, Dong mencetak 6 angka beruntun untuk menutup gim kedua dengan kemenangan 21-15.
(Tribunnews.com/Guruh)