Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kenaikan harga bahan pokok kembali dikeluhkan pedagang dan masyarakat di Bandar Lampung.
Baca Juga: Harga Bawang Merah Tembus Rp Rp 55 Ribu per Kg di Pasar Tugu Bandar Lampung
Usai Hari Raya Idul adha hingga awal Juni 2026, harga kebutuhan pokok seperti beras, tepung, sagu, dan minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup terasa di tingkat pasar tradisional.
Mareta (62), pedagang di Pasar Way Halim mengungkapkan bahwa lonjakan harga mulai dirasakan setelah masa libur hari raya.
Selain harga yang naik, pasokan minyak goreng juga semakin sulit didapatkan, terlebih merek Minyakita.
Bahkan dalam sepekan terakhir, produk tersebut sudah tidak lagi ada dan tersedia di tokonya.
"Minyak kita sudah seminggu tidak ada barangnya. Kami juga tidak tahu barangnya ke mana. Sejak sebelum Lebaran sebenarnya sudah mulai susah didapat, tapi awal bulan ini benar-benar kosong," kata Mareta saat ditemui di tokonya, Rabu (10/6/2026).
Kelangkaan tersebut membuat pedagang terpaksa menawarkan merek lain sebagai alternatif.
"Sekarang diganti dengan merek Sodara Kita. Isinya cuma sekitar 800 mililiter, tidak sampai satu liter. Konsumen sebenarnya tetap mencari Minyakita, tapi karena tidak ada, akhirnya terpaksa membeli merek lain," jelasnya.
Selain Sodara Kita, minyak goreng merek Tawon juga menjadi pilihan masyarakat karena harganya relatif lebih murah dibandingkan produk lainnya.
Mareta menyebut harga minyak goreng saat ini berada di kisaran Rp.20 ribu per liter, naik sekitar Rp.1.000 hingga Rp.2.000 dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, harga beras dan tepung juga mengalami kenaikan yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
"Yang paling banyak dicari tetap minyak goreng, beras, dan telur karena itu kebutuhan utama rumah tangga. Banyak pelanggan yang datang khusus menanyakan Minyak Kita," ujarnya.
Sebagai pedagang sekaligus ibu rumah tangga, Mareta mengaku harus lebih cermat mengatur keuangan keluarga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Meski keuntungan yang diperoleh semakin tipis, ia tetap berusaha menjaga ketersediaan barang dagangan agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi.
"Kita harus lebih hemat mengatur pengeluaran supaya uang yang ada cukup untuk beli beras, minyak, sayur, dan kebutuhan lainnya. Keuntungan memang sedikit, tapi yang penting usaha tetap berjalan lancar," tuturnya.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)