SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mulai mengubah pola mobilitas masyarakat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat adanya peningkatan jumlah pengguna transportasi umum sebesar 5 persen, sejak kenaikan harga Pertamax dan Dexlite pada Rabu (10/6/2026).
Perubahan harga BBM tersebut mencakup kenaikan Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter, dari sebelumnya Rp12.300, serta Pertamax Green 95 yang naik menjadi Rp17.000 per liter.
Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dishub Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, mengonfirmasi tren positif tersebut pada layanan yang dikelola pemerintah kota.
"Ada kenaikan. Kisaran rata-rata sekitar 5 persen dibanding periode yang sama sebelumnya," ujar Eni saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahkan, bahwa meski belum signifikan akibat masih adanya kebijakan work from home (WFH), tren perpindahan masyarakat ke transportasi umum menunjukkan potensi yang positif.
Menghadapi kenaikan biaya operasional akibat harga BBM, Dishub Surabaya telah melakukan penyesuaian pada alokasi anggaran tanpa membebankan kenaikan tarif kepada masyarakat.
Saat ini, armada transportasi publik di Surabaya terdiri atas berbagai jenis bahan bakar:
"Kami menyesuaikan penganggaran berdasarkan harga yang berlaku. Volume kebutuhan bahan bakar tidak berubah, yang berubah adalah harga per liternya. Pemerintah tetap hadir menyediakan transportasi terjangkau," tegas Eni.
Data tahun 2024 menunjukkan beban kendaraan di Surabaya mencapai 3.806.238 unit, yang terdiri dari kombinasi mobil, truk, bus dan sepeda motor.
Dorongan untuk beralih ke transportasi publik dinilai krusial untuk menekan angka kepadatan jalan.
Salah seorang penumpang Suroboyo Bus, Tri Susilo, mengaku mulai meninggalkan kendaraan pribadi karena pertimbangan efisiensi biaya.
"Dengan harga Pertamax yang sekarang naik cukup tinggi, saya memilih lebih sering naik Suroboyo Bus. Biayanya lebih hemat dan tidak perlu memikirkan biaya bahan bakar maupun parkir," ujarnya.
Tri berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan, terutama ketepatan waktu dan jangkauan rute, agar masyarakat semakin nyaman meninggalkan kendaraan pribadi.