Keluhkan Pertalite Sering Kosong dan Pertamax Naik, Tukang Ojek di Muara Enim Menjerit
tarso romli June 10, 2026 07:27 PM

Baca juga: Pertalite Kosong, Warga PALI Terpaksa Tetap Isi BBM Jenis Pertamax Meski Harganya Mahal

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM – Jeritan hati datang dari para pengguna kendaraan roda dua, khususnya yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan di Kota Muara Enim, Sumatera Selatan. Mereka mengeluhkan langkah kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai naik secara diam-diam, namun tidak dibarengi dengan jaminan keandalan ketersediaan stok BBM subsidi jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kombinasi antara naiknya harga Pertamax dan sering kosongnya pasokan Pertalite di jalur khusus sepeda motor dinilai kian mencekik pendapatan harian rakyat kecil.

Pantauan langsung di lapangan pada Rabu (10/6/2026) sekira pukul 07.00 WIB di SPBU Talang Jawa Muara Enim, papan pengumuman di jalur pengisian Pertalite khusus sepeda motor tampak bertuliskan kosong.

Ironisnya, stok Pertalite sebenarnya masih tersedia di dispenser jalur khusus mobil.

Kendati demikian, petugas SPBU dengan tegas melarang para pengendara motor untuk mengantre di jalur mobil dengan alasan terikat aturan ketat dan SOP dari Pertamina.

Akibat pembatasan tersebut, para pemotor yang mayoritas berprofesi sebagai tukang ojek terpaksa gigit jari dan beralih mengantre di jalur Pertamax yang harganya baru saja disesuaikan naik drastis.

"Saya benar-benar kaget pas isi Pertamax sampai tangki penuh (full tank) habis Rp60 ribu, padahal biasanya cuma Rp45 ribu. Saya baru tahu dari petugas kalau harganya ternyata sudah naik tinggi," ujar Sarwan (45), salah seorang tukang ojek dengan nada kesal, Rabu (10/6/2026).

Ayah tiga anak ini menjelaskan, dalam kondisi normal ia selalu mengandalkan Pertalite untuk menekan biaya operasional ojeknya, apalagi ia memiliki banyak langganan tetap untuk mengantar anak-anak sekolah.

Jika ia dipaksa terus membeli Pertamax dengan harga baru, Sarwan mengaku akan merugi jika tidak menaikkan tarif ojek. Namun, jika tarif dinaikkan, ia khawatir para pelanggan setianya akan kabur.

"Kalau kosong begini terpaksa beli Pertamax. Sebab kalau tidak beli minyak, saya tidak bisa jalan dan tidak bisa cari nafkah untuk keluarga hari ini. Kami berharap kalau mau menaikkan harga, pemerintah transparan dan mengumumkan jauh-jauh hari, jangan terkesan diam-diam pada malam hari. Lalu, stok Pertalite tolong dijamin ada terus 24 jam di SPBU," keluhnya.

Senada dengan Sarwan, Roni (30), tukang ojek lainnya, menyatakan hal serupa.

Ia meminta Pertamina menambah kuota Pertalite untuk wilayah Muara Enim agar tidak terjadi kekosongan massal pada jam sibuk pagi hari.

"Di Kota Muara Enim ini cuma ada dua SPBU. Jadi kalau stok Pertamax dinaikkan, Pertalite jangan sampai sering habis. Kami rakyat kecil sudah tidak sanggup lagi kalau harus beli Pertamax terus," cetus Roni.

Menanggapi keluhan para pengendara, Kepala Shift Pengawas SPBU Talang Jawa Muara Enim, M Aji Ikzal, membantah keras tudingan adanya praktik penahanan atau penimbunan stok Pertalite oleh pihak SPBU.

"Tidak ada kami menahan apalagi menimbun Pertalite. Logikanya, kami ini kan jualan, kalau barangnya ada ya langsung kami jual biar perputaran modalnya cepat. Justru kami rugi kalau menahan-nahan stok," terang Aji meluruskan.

Menurut Aji, jatah kuota harian Pertalite yang dipasok oleh Pertamina ke SPBU Talang Jawa rata-rata berjumlah 8 ton per hari.

Jumlah tersebut sering kali langsung habis dalam waktu cepat karena tingginya volume kendaraan di Muara Enim.

"Stok Pertalite untuk jalur motor sebenarnya sudah habis sejak tadi malam. Kami sudah mengajukan order ulang (delivery order) ke Depot Kertapati Palembang, namun sampai Rabu pagi armada tangkinya belum juga tiba di lokasi. Kami tidak tahu pasti apa kendala keterlambatan di jalurnya," urainya.

Terkait aturan larangan sepeda motor mengisi BBM di jalur mobil, Aji menegaskan hal itu murni merupakan regulasi tersistem dari Pertamina Pusat demi faktor keselamatan dan ketertiban antrean di area SPBU.

"Aturannya mutlak, motor harus di jalur motor dan mobil di jalur mobil. Jadi kalau stok di jalur motor habis, opsinya terpaksa mengisi Pertamax atau mencari ke SPBU lainnya," pungkas Aji.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.