BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mandiri di Kabupaten Bangka Barat terus mengalami peningkatan. Sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) bahkan telah membeli TBS di atas Rp3.000 per kilogram, memberikan angin segar bagi para petani sawit di daerah tersebut.
Ketua DPRD Kabupaten Bangka Barat, Badri Syamsu, menyambut baik tren kenaikan harga TBS yang dinilai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
Menurutnya, perlu peran serta Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung propinsi dan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) serta pelibatan Pemda Kabupaten/Kota maupun kota untuk mengawasi setiap PKS yang ada di Belitung.
“Mulai dari harganya, potongan wajib yang mencapai 3-7 persen sampai timbangan masing-masing PKS harus diawasi karena ini akhir mnya akan berdampak ke para petani, dan para pengepul dilapangan akan membeli TBS petani akan murah juga,” kata Badri kepada Bangkapos.com, Rabu (10/6/2026).
Apalagi kata dia, tantangan para petani kelapa sawit juga semakin banyak kedepannya. Salah satunya keluhan soal harga pupuk yang mahal.
“Ini adalah tantangan saat ini dan kita berharap ada solusi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Badri menyebut bahwa pihaknya di DPRD Bangka Barat beberapa waktu yang lalu juga telah mengundang Dinas Perdagangan dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan dan seluruh PKS yang ada di Bangka barat dengan harapan harga TBS terus naik dan harga harga pupuk turun.
“Kalau harga TBS naik dan harga pupuk turun, InsyahAllah perekonomian di Provinsi Bangka Belitung bisa meningkat, UMKM kita juga bisa maju dan masyarakat pun bisa sejahtera,” ujarnya.
Kemudian, dirinya juga berharap agar para petani tetap menjaga mutu dan kualitas TBS sawit sehingga harganya tetap tinggi dibeli oleh PKS.
“Supaya ini jadi matching (cocok-red), para PKS untung dan harga TBS di Provinsi Babel stabil,” tambahnya.
Berikut update harga TBS sawit petani mandiri di PKS Bangka Barat berdasarkan data harian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) per hari ini, Rabu (10/6/2026).
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)