BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada pola konsumsi masyarakat. Salah satunya terlihat dari penjualan Dexlite di SPBU 24.331.71 Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, yang mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Pengawas SPBU 24.331.71 Desa Gadung, Fauzi mengatakan, penurunan penjualan paling terasa terjadi pada Dexlite karena harga jual yang melonjak cukup tinggi. Daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang mempengaruhi permintaan BBM non subsidi tersebut. Penurunan penjualan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga.
“Penurunan nih sampai saat ini turun sih, turun banyak juga kami turunnya untuk Dex nih. Mungkin hasil penjualan kami sekitar hampir 30 persen, kurang lebih seperti itu,” kata Fauzi kepada Bangkapos.com, Rabu (10/6/2026).
Fauzi menjelaskan, sebelum kenaikan harga, penjualan dexlite hampir mencapai satu ton per hari. Namun saat ini volume penjualan harian hanya berada di kisaran 400 hingga 500 liter dan terkadang berada di bawah angka tersebut. Kondisi ini menunjukkan adanya penyesuaian konsumsi dari pelanggan setelah harga baru diberlakukan.
Ia menilai selisih harga yang cukup jauh membuat sebagian konsumen lebih selektif dalam membeli BBM non subsidi. Faktor daya beli masyarakat yang melemah turut mempengaruhi tingkat konsumsi bahan bakar tersebut.
“Untuk Dexlite hampir sama kondisinya. Karena harga Dexlite tinggi jadi pembelian masyarakat agak landai,” jelas Fauzi.
Meski terjadi penurunan penjualan, Fauzi memastikan stok BBM non subsidi di SPBU Gadung masih dalam kondisi aman. Pasokan dari Pertamina terus berjalan sesuai kebutuhan dan permintaan SPBU khususnya untuk jenis Dexlite maupun Pertamax. Volume pengiriman bervariasi antara empat hingga delapan ton tergantung tingkat konsumsi pelanggan untuk jenis Pertamax.
Baca juga: Pertamax Tembus Rp16.650, Antrean Pertalite dan Solar Mengular di SPBU Gadung Toboali
Ia menambahkan hingga hari pertama penerapan harga baru pertamax belum terlihat adanya gejolak ataupun antrean yang tidak biasa di SPBU. Aktivitas pengisian BBM masih berlangsung normal dan kondusif. Namun pihaknya tetap memantau perkembangan permintaan dalam beberapa waktu ke depan.
“Kalau ini saya lihat stabil sih, kondisi dari pagi tadi sampai saat ini kondusif, belum ada hal-hal yang mengganggu,” sebutnya.
Berdasarkan harga yang berlaku per Rabu (10/6/2026) sejak pukul 00.01 WIB, Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter. Sementara harga BBM lainnya masih stabil yakni Pertalite Rp10.000 per liter, Solar Subsidi Rp6.800 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter. Fauzi berharap penjualan tidak terus mengalami penurunan meskipun penyesuaian harga telah diberlakukan.
“Mudah-mudahan janganlah menurun penjualan ke depan,” tutup Fauzi. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)