Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama menggelar Short Course (pelatihan singkat) untuk penguatan kapasitas penghulu dan pejabat kepenghuluan di Kota Bandung pada 9 sampai 12 Juni 2026, yang diikuti oleh 50 peserta.
“Kenapa kita berkumpul dan mengumpulkan penghulu dalam pelatihan ini? Karena jabatan kita ditugaskan sebagai mitra strategis, sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis umat,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Pelatihan singkat ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas penghulu sebagai aktor layanan KUA yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan agenda pembangunan.
Zayadi mengatakan penghulu memiliki posisi penting dalam ekosistem pelayanan umat. Menurutnya, penguatan kapasitas penghulu tidak dapat dilepaskan dari transformasi KUA sebagai simpul layanan keagamaan dan pembangunan masyarakat.
Ia menegaskan short course ini menjadi ruang penyegaran kapasitas penghulu agar lebih siap menghadapi dinamika layanan umat. Peserta dibekali materi kepenghuluan, bahasa asing, fikih munakahat klasik-kontemporer, komunikasi lintas budaya, dan literasi digital.
“Umat yang kita layani terus berubah. Karena itu, penghulu harus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan KUA semakin relevan,” kata dia.
Menurutnya, penguatan penghulu menjadi penting, karena KUA saat ini sedang mengalami transformasi kelembagaan yang besar. KUA tidak lagi cukup dipahami sebagai kantor layanan nikah, tetapi sebagai ruang pertemuan berbagai urusan masyarakat.
“KUA hari ini tidak lagi dipahami sebagai kantor urusan asmara. KUA bertransformasi menjadi simpul ekosistem pembangunan,” kata dia.
Ia menyebut KUA memiliki posisi strategis, karena hadir langsung di tengah masyarakat melalui penghulu, penyuluh, dan petugas layanan lainnya. Kedekatan itu membuat KUA dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata masyarakat.
“KUA menjadi melting pot, tempat semua urusan bertemu. Melalui aktor pelayanan yang dimilikinya, KUA berhubungan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Zayadi menilai penghulu menjadi salah satu aktor penting dalam mendukung agenda pembangunan keluarga. Hal ini karena penghulu berinteraksi langsung dengan calon pengantin, keluarga, dan komunitas masyarakat sejak hulu.
“Isu KB tidak akan sesukses ini jika tidak melibatkan penghulu. Pak Menteri menyampaikan, Kepala KUA sejatinya adalah menteri tingkat wilayah,” ujarnya.





