Jakarta (ANTARA) - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menemukan dan membawa alat bor dari olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus ledakan galian proyek utilitas di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan yang melukai dua pekerja.
"Tadi siang tim Puslabfor sudah datang ke TKP ya. Melakukan olah TKP," kata Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen di Polsek Cilandak, Jakarta, Rabu.
Gusprihatin mengaku tidak bisa memastikan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan dari peristiwa tersebut.
Adapun dari hasil olah TKP, terlihat di lokasi sejumlah tim Puslabfor membawa alat bor yang diduga menjadi barang bukti penyelidikan.
"Ternyata kan begitu pas dibor, kena kabel listrik milik PLN meledak. Kan gak mungkin sengaja, kita akan lebih dalam lagi," kata dia.
Sebelumnya, polisi menyebut dugaan sementara penyebab ledakan galian di Jalan RS Fatmawati Raya karena kabel listrik yang putus saat proses pengeboran berlangsung.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6) pagi ketika pekerja tengah melakukan pekerjaan galian untuk perbaikan jaringan pipa air bersih.
Saat pengeboran berlangsung, alat yang digunakan diduga mengenai kabel listrik yang berada di bawah tanah hingga memicu ledakan.
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi juga menghentikan sementara pekerjaan galian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kini korban ledakan galian proyek utilitas di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan menjalani operasi plastik akibat luka yang cukup parah pada bagian wajahnya.





