SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green menuai keluhan dari para konsumen.
Di antaranya Rudi Harianto warga asal Kabupaten Bangkalan saat berada di Malang, mengaku kaget dengan kenaikan harga Pertamax.
Rabu (10/6/2026), Rudi mengisi Pertamax di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Saat itu ia mengendarai PCX bersama istri dan anaknya.
"Iya harganya jadi naik per hari ini. Biasanya isi Rp 50 ribu dapat banyak ini tadi kok baru sampai Kepanjen udah habis," kata Rudi kepada SURYAMALANG.COM.
Terakhir, ia mengisi bensin dari Bangkalan subuh tadi untuk menuju ke Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
Ketika sampai di Kota Malang, Rudi pun kaget ketika melihat sejumlah SPBU terdapat antrean di pengisian Pertalite.
Kemudian ia baru menyadari ketika melihat tabel harga di SPBU bahwa perubahan harga pada Pertamax.
Meskipun ada kenaikan harga, Rudi tak berencana untuk beralih ke Pertalite. Sebab, ia sudah terbiasa mengisi Pertamax untuk kenyamanan mesin kendaraan.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ada Potensi Banyak Pembeli Beralih ke BBM Subsidi
"Ya mau gimana lagi kalau ada kenaikan. Mau ganti Pertalite juga tarikannya udah beda, masih enakan Pertamax," tutup Rudi yang hendak melanjutkan perjalanannya ke Pagak.
Hal senada juga dirasakan oleh Hanifudin Musa. Ia merupakan pengguna sepeda motor Honda Vario 125 dengan konsumsi BBM Pertamax.
Dua hari sekali ia mengisi Pertamax Rp 20 ribu untuk perjalanan dari Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang ke Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
"Saya bekerja di Kota Malang dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit."
"Saya biasanya isi Pertamax Rp 20 ribu untuk dua hari itu pun mepet. Kalau sekarang naik ya lumayan berat," imbuh Hanifuddin.
Ia menyebutkan, sejak pertama membeli motor selalu mengisi sepeda motornya dengan Pertamax.
Ia pernah mengisi dengan Pertalite namun untuk tarikan mesin dirasakannya cukup berbeda dengan Pertamax.
"Kenaikannya ini kan Rp 3 ribu lebih ya nanti ada rencana mau ganti ke Pertalite aja," tukasnya.
Sementara itu kondisi SPBU 11 di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tampak landai. Tidak terpantau adanya antrean panjang hingga mengular ke jalan raya.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi Naik, Pengguna Jalur Malang-Batu Menjual Mercedes Miliknya
Sekira pukul 12.00 WIB, pada pengisian Pertalite terlihat kisaran sepuluh sepeda motor yang mengantre.
Sedangkan pada pengisian Pertamax hanya terlihat satu sampai dua sepeda motor yang mengantre secara bergantian.
Menurut Pengawas SPBU 11 Kecamatan Kepanjen, Zulkifli Imam Maulana menyampaikan pascakenaikan harga Pertamax, antrean di SPBU masih landai.
Menurutnya, di hari biasa antrean terjadi pada saat jam berangkat kerja dan pulang kerja.
"Di sini sama kayak hari-hari biasa, antrean Pertalite gak sampai panjang gara-gara kenaikan."
"Pertamax juga normal seperti biasanya gak ada yang pindah ke Pertalite waktu pengisian," imbuhnya.
Zulkifli menyampaikan pihak operator juga mensosialisasikan kenaikan Pertamax kepada konsumen. Hal ini dilakukan agar tidak ada protes warga yang tidak mengetahui soal kenaikannya.