Dikritik Sering ke Luar Negeri, Prabowo Bandingkan dengan Jokowi: Jarang Pergi juga Disalahkan
Listusista Anggeng Rasmi June 10, 2026 07:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sorotan terhadap intensitas perjalanan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai kritik yang bermunculan, Prabowo akhirnya angkat bicara dan mengungkapkan keheranannya terhadap penilaian publik yang dinilainya serba salah.

Menurutnya, apa pun langkah yang diambil seorang presiden sering kali tetap menjadi sasaran kritik dari berbagai pihak.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional HIPMI XVIII yang berlangsung di Bandar Lampung pada Rabu (10/6/2026).

Di hadapan para pengusaha muda, Prabowo membandingkan situasi yang dialaminya dengan pengalaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, selama memimpin Indonesia.

Ia mengingat bagaimana Jokowi pernah menjadi sasaran kritik karena dianggap terlalu jarang melakukan kunjungan ke luar negeri.

Menurut Prabowo, kritik tersebut kini justru berbalik arah ketika dirinya aktif menjalankan diplomasi internasional melalui berbagai lawatan kenegaraan.

"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan ‘Jokowi enggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri’," kata Prabowo di Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas Hipmi) XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Biaya Kunjungan Luar Negeri Prabowo Dikritik Bisa Capai Ratusan Miliar, Menkeu Purbaya: Boleh Nombok

PELANTIKAN PEJABAT - Presiden Prabowo dijadwalkan pada Senin (8/6/2026) melantik sejumlah pejabat, termasuk jajaran Badan Gizi Nasional. (YouTube/TV Parlemen)

Prabowo kemudian menyoroti ironi yang menurutnya terjadi dalam cara sebagian masyarakat menilai pemimpin negara.

Ia menilai perdebatan mengenai frekuensi kunjungan luar negeri sering kali tidak melihat konteks dan tujuan dari perjalanan tersebut.

"Saya sering ke luar negeri, (dibilang) ‘Prabowo sering ke luar negeri’. Aneh. Sebenarnya tidak ada masalah gitu, bener enggak," lanjutnya.

Presiden menegaskan bahwa dinamika dunia saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu sehingga membutuhkan pendekatan diplomasi yang lebih aktif.

Ketidakpastian global, konflik di berbagai kawasan, hingga perubahan peta kekuatan internasional membuat komunikasi antarnegara menjadi semakin penting.

Menurut Prabowo, Indonesia harus mampu membaca perkembangan dunia secara cepat agar tidak tertinggal dalam percaturan global yang terus berubah.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa. Kita beruntung, saya beruntung," ujar dia.

Baca juga: Pesawat Prabowo Batal ke Roma, Italia di Tengah Badai Kritik Kunjungan Presiden RI ke Luar Negeri

KABAR PEMERINTAH - Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026).
KABAR PEMERINTAH - Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, Senin (1/6/2026). (Dok./YouTube Setpres)

Jalin Hubungan Baik

Prabowo pun menegaskan, sejak lama, kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif.

Oleh karena itu, Indonesia menjalin hubungan baik dengan banyak pihak dan tidak mau terlibat dengan pakta-pakta militer siapapun.

"Begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," kata Prabowo.

Prabowo mencontohkan, ia menjalin  hubungan baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan juga dengan Presiden Amerika Serikat Presiden Trump.

"Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya.

Tapi saya baik juga sama Presiden Trump.

Di sini saya disalahkan di situ saya disalahkan. 

Tapi enggak ada masalah," kata dia.

Intinya, Prabowo menekankan agar semua pihak bekerja keras bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Noise selalu ada yang penting kita yakin garis kita di mana.

Selama saya yakin saya kerja untuk bangsa dan rakyat Indonesia selamanya saya tidak ragu-ragu," tutur dia.

Dikutip dari Kompas.id, sejak menjabat sebagai presiden pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto setidaknya melakukan 26 kali rangkaian perjalanan dinas luar negeri ke 29 negara.

(Tribunnewsmaker.com/ Kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.