Bos Danantara Sebut Pertamax Naik Tak Masalah Karena Kosumennya Menengah Atas, 'Masak Ditanggung'
Talitha Daren June 10, 2026 08:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax kembali dijelaskan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan berdasarkan mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia.

Menurutnya, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi sehingga tidak masuk dalam skema subsidi pemerintah.

Karena itu, harga jualnya memang mengikuti dinamika pasar global. Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter per 10 Juni 2026.

Sementara itu, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Dony menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dapat dihindari ketika harga minyak dunia terus meningkat.

Jika harga tidak disesuaikan, maka beban operasional perusahaan akan semakin besar.

Ia menilai bahwa Pertamax memang diperuntukkan bagi segmen masyarakat tertentu yang tidak bergantung pada subsidi pemerintah.

Oleh karena itu, penyesuaian harga dianggap sebagai bagian dari mekanisme pasar yang wajar dan perlu dilakukan.

Baca juga: Imbas Harga Pertamax Naik, Burhanadi Karyawan di Yogyakarta Kini Megap-megap: Pemerintah Gak Peduli

Sebut Konsumen Pertamax Kalangan Atas

"Kan memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar. Kalau tidak, nanti masak ditanggung terus-terusan. Itu kan untuk kelas menengah ke atas," ujar Dony ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menuturkan, konsumen Pertamax umumnya berasal dari kalangan menengah ke atas sehingga tidak tepat apabila harga BBM tersebut terus ditahan. 

Bahkan, Dony bilang harga yang berlaku saat ini masih berada di bawah harga riil atau harga keekonomiannya.

Keputusan menaikkan harga Pertamax ini pun sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Karena itu kan untuk kelas menengah ke atas kan, itu pun sebetulnya kita hanya 50 persen dari harga riil-nya," ucap pria yang juga Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN itu.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Warga Bantul Yogyakarta Khawatir Pertalite Ikut Melonjak, Takut Stok Kosong

Sosok Dony Oskaria, paman Nagita Slavina menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) & Wakil Menteri BUMN.
HARGA PERTAMAX NAIK - Bos Danantara sebut Pertamax naik tak masalah karena kosumennya menengah atas (NET via Tribun)

Sebut Tak Adil

Lebih lanjut, Dony menilai tidak adil apabila masyarakat yang mampu tetap memperoleh manfaat dari penahanan harga BBM non-subsidi.

Oleh sebab itu, harga Pertamax saat ini sudah semestinya disesuaikan mengikuti mekanisme pasar.

"Memang diundang-undangnya juga untuk yang non-subsidi itu mengikuti harga pasar,

Kalau enggak, masak orang yang kaya ditanggung sama masyarakat yang di bawah, kan enggak boleh. Ya ini kan masalah fair aja," ucap Dony.

(TribunTrends/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.