Rerata Harian Konsumsi Pertamax di Bali Capai 936 KL, Pertamina Patra Niaga Tambah Stok Pertalite
Ngurah Adi Kusuma June 10, 2026 08:40 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Per Rabu 10 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM jenis Pertamax Series seperti Pertamax dan Pertamax Green.

Dimana Pertamax (RON 92) di Bali dari Rp. 12.300 kini menjadi Rp. 16.250 atau naik sebesar Rp 3.950, dan Pertamax Green (RON 95 tidak ada di Bali) dari Rp. 12.900 menjadi Rp. 17.000 atau naik sebesar Rp 4.100.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa konsumsi BBM Pertamax di Bali cukup tinggi.

“Rerata konsumsi harian di Bali untuk Pertamax 936 Kilo Liter (KL) per hari. Sementara itu Pertalite sebanyak 2.044 KL per hari,” ujar Ahad.

Baca juga: Besok Sugihan Jawa Lalu Disusul Sugihan Bali, Simak Maknanya, Sambut Hari Raya Galungan

Pihaknya pun telah melakukan langkah mitigasi dampak pengguna Pertamax beralih ke Pertalite dengan melakukan penambahan stok di sejumlah SPBU yang ada di Provinsi Bali.

Mengingat saat ini dari data Subsidi Tepat Pertamina untuk pengguna BBM bersubsidi Pertalite (kendaraan roda 4) di Bali capai 105.352 pengguna.

“Penyaluran Pertalite telah diantisipasi dengan melakukan build up stock terutama pada SPBU dengan lokasi strategis untuk memastikan ketersediaan stok Pertalite di SPBU,” ungkap Ahad.

Baca juga: Spesialis Maling Barang di Bawah Jok Motor Berhasil Diringkus Polresta, Beraksi di  Pantai Medewi

Penyesuaian harga ini diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. 

Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Filosofi Tanggung Jawab dan Kebersamaan Dalam Perang Pandan Tenganan

Pertamina Patra Niaga senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” jelasnya.

Dalam komitmennya melaksanakan tugas pendistribusian BBM Bersubsidi baik BBM jenis gasoline yaitu Pertalite dan BBM jenis gasoil yaitu Biosolar, harga jual kedua produk BBM bersubsidi tersebut tetap dilayani dengan harga jual Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Maka harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.