AS-Iran Kembali Panas, Trump Lancarkan Serangan ke Teheran, Klaim Bela Diri usai Helikopter Ditembak
Ramadhan Aji Prakoso June 10, 2026 08:42 PM

- Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah meluncurkan serangan balasan terhadap Iran pada Rabu dini hari ini (10/6/2026). 

Tindakan ini merupakan buntut dari insiden penembakan jatuh helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan perairan regional Timur Tengah.

Adapun serangan ini merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya yang mengungkapkan bahwa sebuah helikopter militer Apache telah ditembak jatuh saat sedang melakukan patroli di atas Selat Hormuz.

Berdasarkan indikasi awal dari pejabat AS, helikopter tersebut diyakini dijatuhkan oleh pesawat tak berawak (drone) milik Iran.

Militer AS pun langsung mengambil langkah tegas aksi serangan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh CENTCOM melalui akun resmi mereka platform X (sebelumnya Twitter).

"Pasukan Komando Pusat AS (CENTCOM) mulai meluncurkan serangan bela diri terhadap Iran pada pukul 17.00 ET (04.00 WIB) hari ini atas arahan Panglima Tertinggi, sebagai tanggapan atas penembakan jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin. Misi ini adalah respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," ungkap CENTCOM

Presiden Trump juga membenarkan kejadian ini melalui unggahannya di media sosial Truth Social setelah mendapat pengarahan dari pihak militer.

"Pihak Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz," tulis sang presiden.

"Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka," tegas Trump.

Trump juga menegaskan langkah balasan ke Iran ini terpaksa harus ia ambil.

"Karena suatu keharusan, Amerika Serikat harus merespons serangan ini." tegas Trump.

Proses evakuasi kedua awak helikopter yang jatuh di lepas pantai Oman tersebut juga mencetak sejarah baru bagi pasukan Amerika.

Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins menjelaskan bahwa untuk pertama kalinya AS menggunakan drone untuk melakukan evakuasi prajurit mereka. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.