Warga Gresik Berbondong-bondong Beralih ke Pertalite, Antrean Mengular hingga ke Jalan Raya
Dwi Prastika June 10, 2026 08:50 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNMADURA.COM, GRESIK - Sejumlah warga Gresik, Jawa Timur, memilih beralih ke Pertalite, setelah pengumuman kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter, dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000, Rabu (10/6/2026).

Padahal sebelumnya, Pertamax seharga Rp12.300, dan Pertamax Green 95 Rp12.900

Hal itu tampak di sejumlah SPBU di Kabupaten Gresik.

Warga memilih melakukan penyesuaian, dengan berbondong-bondong pindah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, yang masih Rp10 ribu per liter.

Di SPBU Pertamina 54.611.24 Desa Suci, Manyar, misalnya, antrean pengisian Pertalite mengular hingga ke jalan raya.

Pemandangan antrean tersebut tak seperti hari-hari biasanya.

Sementara pengisian Pertamax di SPBU tersebut, tampak lebih sepi dari biasanya.

Rangga, salah satu pekerja di Gresik mengaku merasakan dampak instannya.

Pengendara motor matic ini belum sempat memenuhi tangki kendaraan motornya pada 9 Juni 2026, kemarin.

"Ini baru ngisi BBM sempat kaget dapat info tadi pagi katanya BBM Pertamax naik hingga Rp16 ribuan, sekarang beli Pertalite saja," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Jalur Pengisian Pertamax di SPBU Sleko Tuban Kosong, Bukan Imbas Kenaikan Harga BBM

Bapak dua anak ini terpaksa berpindah ke BBM Pertalite.

Hal itu karena harga Pertamax naik drastis.

"Iya terpaksa pindah Pertalite yang lebih murah," ujarnya lalu tersenyum.

Stok Habis

Sementara pantaian di SPBU Pertamina 54.661.05 Sukomulyo, Manyar, untuk BBM Pertalite habis.

Salah satu petugas mengatakan, Pertalite habis.

Baca juga: Harga Pertamax Melonjak, Warga Sampang Keluhkan Beban Pengeluaran Bertambah

"Habis," ujarnya sambil duduk di dekat pompa.

Petugas memasang tulisan pembatasan maksimal Rp100 ribu per hari.

Kemudian untuk pengisian BBM jenis Pertamax di SPBU tersebut mengalami penurunan pembeli dari biasanya.

Pantuan di wilayah Roomo, Manyar, warga tampak memilih membeli Pertalite dibanding Pertamax.

Keluhan Warga Sampang

Keluhan imbas naiknya harga Pertamax dan Pertamax Green 95 juga diutarakan warga Sampang, Madura.

Warga Sampang, Amir Muslim (27), mengaku kenaikan harga Pertamax akan berdampak langsung terhadap pengeluaran bulanannya.

"Kenaikannya cukup tinggi. Kalau biasanya isi penuh motor sekitar Rp50 ribuan, sekarang pasti lebih mahal. Mau tidak mau pengeluaran harian jadi bertambah," keluhnya, Rabu (10/6/2026).

Hal senada disampaikan oleh Nur Aini (41), seorang pedagang di Kecamatan Sampang.

Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu naiknya biaya distribusi barang dan kebutuhan pokok.

"Kalau BBM naik, biasanya ongkos kirim barang juga ikut naik. Kami khawatir harga kebutuhan sehari-hari ikut terdampak," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.