Tribunlampung.co.id, Kendari - Rumah sejatinya menjadi tempat paling aman untuk pulang, tempat di mana kasih sayang keluarga meluruhkan segala lelah.
Baca juga: Demi Ceraikan Suami, PPPK Wanita Ini Nekat Palsukan Data, Kini Dilaporkan
Namun, bagi keluarga RS (55), warga Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, malam berganti pagi pada Selasa (9/6/2026) dini hari justru berubah menjadi pelataran teror yang mencekam.
Ketukan pintu yang semula dikira kedatangan sanak famili biasa, berubah menjadi dentum hantaman keras. Pelakunya adalah AN (28), keponakan RS sendiri.
Ironisnya, pemuda yang sehari-hari menyandang status terhormat sebagai aparatur sipil negara alias ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), itu datang dalam kondisi limbung, di bawah kendali pengaruh minuman beralkohol, dan menggenggam sepasang pisau dapur.
Hanya karena dipicu masalah sepele di dalam internal keluarganya, AN tega merobek ketenangan malam di rumah tantenya, merusak fasilitas, hingga menodongkan senjata tajam ke arah sepupu perempuannya yang tak berdosa.
Dikutip dari TribunnewsSultra.com, sengkarut ini bermula dari hal yang teramat sepele dan tak masuk akal sehat. AN menyimpan kekesalan mendalam kepada orang tuanya sendiri karena merasa jengkel setiap kali pulang, pintu rumahnya selalu dalam keadaan terkunci dari dalam.
Rasa jengkel yang membakar dada itu bukannya diredam, AN justru memilih menenggak minuman keras untuk meluapkannya.
Dalam kondisi kesadaran yang terdistorsi alkohol, emosinya kian menjadi-jadi. Ia lalu mendatangi rumah sang tante, RS, dengan niat memburu orang tuanya yang kebetulan sedang menginap di sana.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita, tanpa babibu AN langsung menendang pintu depan rumah tantenya hingga rusak jebol.
Kegaduhan itu sempat memancing kedatangan kekasih sepupunya bersama sejumlah pemuda setempat yang berniat mengamankan situasi. Merasa tersudut oleh kedatangan massa, AN memilih mundur dan pulang ke rumahnya.
Bukannya sadar dan menenangkan diri, batin AN yang sudah dikerubungi alkohol justru kian gelap mata. Ia mengambil dua bilah pisau dapur dari rumahnya lalu kembali ke kediaman sang tante untuk melakukan perhitungan.
Namun, kelompok pemuda yang sempat mengadangnya tadi ternyata sudah membubarkan diri. Kehilangan objek buruan, AN yang telanjur kerasukan amarah beralih menyasar sepupu perempuannya yang berada di dalam rumah.
Tanpa memikirkan kedekatan darah dan masa kecil yang pernah mereka lalui bersama, oknum PPPK ini tega mengacungkan dan menodongkan pisau dapur tersebut tepat ke arah saudaranya sendiri yang gemetar ketakutan.
"Laporan masuk ke kami melalui pesan WhatsApp darurat terkait adanya keributan berdarah dan perusakan. Saat Tim Patroli Perintis Presisi Polda Sultra tiba di lokasi, pelaku masih berkeliaran di sekitar TKP."
"Setelah sempat terjadi aksi pengejaran, pelaku berhasil kami bekuk bersama dua pisau dapur yang sempat ia buang ke semak-semak," urai Dantim Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita.
Pihak kepolisian juga menemukan fakta miris bahwa sebelum mengobrak-abrik rumah tantenya, AN ternyata sudah lebih dulu merusak rumah orang tuanya sendiri.
Kini, seragam abdi negara yang selama ini dibanggakannya harus ditanggalkan sementara. AN terpaksa menghabiskan sisa malamnya di balik jeruji besi Mapolresta Kendari untuk mempertanggungjawabkan tindakan kasarnya.
Efek miras yang perlahan menguap dari kepalanya, kini menyisakan penyesalan mendalam dan keretakan hubungan keluarga yang terlanjur bernoda trauma.