Air Mati Total, Warga Medan Kecewa dan Desak Dirut Tirtanadi Mundur
Randy P.F Hutagaol June 10, 2026 09:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Warga Kota Medan, dan beberapa wilayah lainnya mengaku kecewa dengan kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumut setelah pasokan air mati.

Hal ini mengakibatkan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air PDAM Tirtanadi kesusahan.

Mulai dari kebutuhan sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK), memasak, dan sebagainya tersendat akibat pemadaman air.

Salah satunya, warga yang tinggal di Jalan Sisingamangaraja, Gang Kasih, Kelurahan Sidorejo II, Kecamatan Medan Kota, berduyun-duyun mendatangi sebuah mobil tangki bermuatan air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Rabu (10/6/2026) sore hingga jelang malam.

Membawa ember cat bekas, dan berbagai macam penampung air, mereka mengantre air bersih.

Tak peduli laki-laki, maupun perempuan, usia muda ataupun tua, mereka tampak berebut mengisi air dari selang yang dialirkan dari tangki, ke masing-masing ember warga.

Salah satu yang menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja PDAM Tirtanadi adalah Sutrisno Pangaribuan, anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.

Ditemui di sekitar rumahnya, Wakil Ketua partai PDIP Sumut ini sedang mengantre air bersih bersama beberapa warga lainnya.

Ia meminta agar Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi Sumut, Ardian Surbakti mundur dari jabatannya.

Kemudian, Gubernur Sumut Bobby Nasution juga diminta mengevaluasi kinerja jajaran PDAM Tirtanadi karena dianggap gagal.

Jika tidak, lanjutnya, jangan sampai masyarakat merasa salah memilih pemimpin.

"Kalau kondisi seperti ini, seharusnya Dirutnya harus mundur ini. Jangan melempar kesalahan ke pihak lain, yang katanya karena listrik padam sehingga pompa rusak,"kata Sutrisno Pangaribuan, Rabu (10/6/2026).

"PDAM Tirta Nadi berada di bawah tanggung jawab pemerintah provinsi. Jangan sampai masyarakat merasa salah dalam memilih Gubernur,"sambungnya.

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtandi, Ardian Surbakti, menyampaikan bahwa ada enam kecamatan di Kota Medan yang mengalami gangguan mati air.

Gangguan tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan pipa di sejumlah titik serta satu kebocoran pipa utama yang harus diganti.

Pihak Tirtandi menargetkan seluruh proses perbaikan pipa ini akan diselesaikan sepenuhnya pada hari ini.

Dengan demikian, pasokan air bersih bagi para pelanggan dipastikan akan kembali berjalan normal mulai besok.

"Penyebab air mati ada di IPAM Deli Tua," jelas Ardian Surbakti saat memberikan keterangan pada Rabu (10/6/2026).

"Ini salah satu kerusakan pada mesin kita," sambungnya merincikan kendala teknis yang terjadi.

"Karena mungkin beberapa minggu terakhir sering sekali terjadi pemadaman listrik berulang kali," terangnya lagi.

"Sehingga banyak komponen mesin kita yang terganggu dan rusak," tutur Ardian.

Sering Padam Listrik Picu Turbulensi yang Membuat Banyak Pipa Pecah

Ardian menerangkan bahwa pemadaman listrik yang terjadi secara berulang tersebut memicu terjadinya turbulensi kuat di dalam pipa saluran air.

Demi kelancaran perbaikan secara menyeluruh, pihak Perumda Tirtandi terpaksa menghentikan sementara proses produksi air bersih pada hari ini.

"Pada hari ini, kita fokus untuk memperbaiki keseluruhan kerusakan, sehingga kita terpaksa stop produksi pada hari ini," kata Ardian.

"Begitu juga dengan proses penyaluran karena padam listrik berulang, sehingga tekanan pada pipa terjadi turbulensi yang membuat banyak pipa yang pecah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan tidak hanya melanda bagian pipa yang pecah akibat tekanan air, melainkan juga pada komponen mesin pipa.

Oleh karena itu, seluruh tim teknis dikerahkan untuk melakukan perbaikan mesin dan pipa tersebut secara bersamaan agar lebih efisien.

"Sehingga di saat bersamaan mesin pipa yang rusak kita perbaiki secara bersamaan," paparnya.

"Hari ini kita selesaikan, besok siang atau sore air sudah hidup dan normal kembali," katanya.

Lebih lanjut, ia menguraikan secara teknis mengenai fenomena turbulensi yang memicu kebocoran dan pecahnya pipa-pipa tersebut.

"Karena ketika listrik mati, air itu kembali ke sumber," sebut Ardian memberikan gambaran teknis.

"Sehingga kita menghidupkan genset kembali, air itu kita tekan sehingga terjadi tekanan pada pipa ini," terangnya.

"Pipa juga banyak yang pecah saat turbulensi terjadi," tambahnya lagi.

*Tirtanadi Salurkan Bantuan Tangki Air Gratis ke Wilayah Terdampak*

Sebagai langkah mitigasi dan bentuk tanggung jawab, Perumda Tirtanadi telah menurunkan bantuan armada tangki air secara gratis.

Bantuan pasokan air bersih tersebut didistribusikan secara merata ke enam wilayah kecamatan di Medan yang terdampak langsung.

"Ada enam kecamatan yang terdampak," tutur Ardian mengonfirmasi cakupan wilayah pelanggan.

"Hari ini sudah mendistribusikan mesin tangki kita," katanya.

"Distribusikan ke masing-masing kecamatan," lanjutnya.

"Di kecamatan tersebut kita sediakan tiga mobil tangki," urai Ardian memperinci jumlah armada bantuan.

"Sekaligus mobil itu ada yang standby di kantor camat dan keliling daerah terdampak," katanya.

(Cr25/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.