Momen Nekat Bahlil Lahadalia Minta Izin Panggil 'Kakanda' ke Presiden Prabowo
Noval Andriansyah June 10, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ketegangan protokoler dan sekat kaku birokrasi seketika runtuh di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026) siang.

Baca juga: Bahlil Disambut Yel-Yel MBG Saat Hadiri Munas XVIII Hipmi di Lampung

Jarum jam menunjukkan pukul 14.06 WIB ketika Presiden RI Prabowo Subianto melangkah masuk ke ruang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI. 

Namun, atmosfer resmi kenegaraan itu tidak bertahan lama, setelah Menteri ESDM sekaligus Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia, naik ke atas podium.

Bahlil, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan humoris, melakukan sebuah aksi "nekat" yang memancing tawa lepas sang kepala negara serta ribuan pasang mata yang hadir.

Bukan dengan sapaan formal yang kaku, Bahlil justru secara terbuka meminta izin langsung kepada Presiden Prabowo untuk memanggilnya dengan sebutan "Kakanda" sebuah sapaan akrab, penuh rasa hormat, sekaligus menjadi identitas kekeluargaan yang mengakar kuat di tubuh organisasi pengusaha muda tersebut.

Dari 'Kanda' Muzani hingga 'Kakanda' Presiden

Momen menggelitik itu bermula saat Bahlil membacakan barisan salam pembuka untuk para pejabat tinggi negara. Selepas menyapa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan panggilan "Kanda", Bahlil tiba-tiba menghentikan kalimatnya.

Ia menoleh, menatap lurus ke arah kursi tempat Presiden Prabowo duduk, lalu melontarkan permintaan tak biasa dengan senyum jenaka khasnya.

“Kalau Bapak berkenan, saya izin Bapak, dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bahlil dari balik mikrofon podium, dilansir Tribunnews.com.

Mendengar celetukan berani itu, Ballroom Novotel seketika bergemuruh. Sekitar dua ribu pengusaha muda dari berbagai penjuru Tanah Air yang memadati ruangan langsung kompak bersorak riuh dan berteriak tanda setuju.

Presiden Prabowo yang duduk di barisan depan pun tak mampu menahan senyumnya, ikut terhibur oleh keberanian sang menteri yang melompati batas-batas formalitas kepresidenan.

"Supaya Olahannya Cepat Masuk"

Bukan Bahlil namanya jika tidak menyisipkan seloroh tajam di balik permintaannya. Dengan gaya blak-blakan, mantan Ketua Umum HIPMI ini beralasan bahwa panggilan "Kakanda" memiliki fungsi strategis dalam roda perekonomian.

Panggilan akrab itu diharapkan bisa memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit saat para pengusaha daerah ingin menyampaikan aspirasi ekonomi kepada pemerintah.

“Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk,” tambah Bahlil, yang langsung disambut ledakan tawa dan tepuk tangan bergemuruh dari seluruh hadirin.

Sore itu di Bandar Lampung, diplomasi meja makan dan kehangatan personal khas Indonesia kembali dipertontonkan.

Di balik urusan makroekonomi yang rumit, Bahlil mengingatkan semua orang melalui momen humanis ini, bahwa sebelum urusan bisnis formal diketuk palu, ikatan kekeluargaan dan kedekatan batin antar-anak bangsa harus dibangun terlebih dahulu.

Agenda Besar di Balik Pertemuan Pengusaha Nasional

Meski penuh dengan candaan, pertemuan akbar HIPMI ke-18 ini sebenarnya mengusung misi penting bagi perekonomian masyarakat luas.

Lewat tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”, forum ini menjadi ruang bagi para pengusaha swasta untuk ikut menyukseskan program kerja pemerintah, khususnya di bidang kemandirian energi dan pengolahan bahan alam (hilirisasi).

Sepanjang acara di Lampung, ada tiga agenda utama yang menjadi pusat perhatian:

  • Pemilihan Ketua Umum baru untuk memimpin kepengurusan pusat periode 2026–2029.
  • Perubahan aturan internal organisasi agar lebih cocok dengan tren bisnis digital saat ini.
  • Penyusunan rekomendasi nyata untuk membantu pemerintah memajukan sektor UMKM dan ekonomi daerah.

Melahirkan Banyak Tokoh Penting di Pemerintahan

Kehadiran langsung Presiden Prabowo bersama barisan menteri kabinet mempertegas bahwa wadah pengusaha muda ini punya posisi tawar yang kuat di mata pemerintah.

Sejak dulu, organisasi ini dikenal luas sebagai tempat lahirnya para pemimpin dan pejabat tinggi negara.

Selain Bahlil Lahadalia, nama-nama beken di pemerintahan seperti Erick Thohir, Rosan P. Roeslani, dan Sandiaga Uno merupakan alumni dari tempat ini, termasuk para pengusaha senior seperti Aburizal Bakrie dan Agung Laksono.

Keakraban yang ditunjukkan dalam pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa gerbong pengusaha muda siap mengawal dan menyukseskan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah dalam jangka panjang.

Munas XVIII HIPMI di Lampung menjadi momentum penting yang memadukan komitmen formal pengusaha dengan kelenturan komunikasi politik di hadapan Presiden Prabowo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.