BPJS Ketenagakerjaan dan BPD DIY Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Literasi Jaminan Sosial Pekerja
Content Writer June 10, 2026 10:20 PM

TRIBUNNEWS.COM – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya perluasan perlindungan pekerja melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bank BPD DIY untuk meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pekerja.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mengatakan sinergi antara kedua institusi diharapkan mampu memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat melakukan kunjungan kerja dan bertemu jajaran manajemen Bank BPD DIY di Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, sektor perbankan memiliki jaringan yang luas hingga ke daerah sehingga dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kolaborasi dengan perbankan membuka simpul baru dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami ingin memastikan semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan sosial sebagai fondasi ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi berbagai risiko kehidupan maupun risiko pekerjaan," ujar Bambang.

Perluas Edukasi dan Kepesertaan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem perlindungan pekerja melalui sinergi layanan perbankan dan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Bambang menjelaskan bahwa kerja sama tidak hanya berfokus pada perluasan jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial dan perencanaan keuangan yang berkelanjutan.

Salah satu bentuk kolaborasi yang tengah dijajaki adalah pelaksanaan program sosialisasi dan edukasi bersama yang menyasar pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Bambang, edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat program jaminan sosial, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara lebih baik.

"Kami juga melihat pentingnya pendampingan bagi ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Dana santunan yang diterima perlu dikelola secara bijak agar dapat menjadi modal keberlanjutan kehidupan keluarga. Di sinilah sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dapat memberikan nilai tambah melalui edukasi dan literasi pengelolaan keuangan," katanya.

Permudah Akses Pendaftaran dan Pembayaran Iuran

Selain edukasi, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY juga membahas peluang pengembangan layanan yang memungkinkan bank daerah tersebut menjadi salah satu kanal strategis untuk pendaftaran dan pembayaran iuran peserta.

Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses program perlindungan sosial ketenagakerjaan, terutama bagi pekerja yang selama ini belum terjangkau layanan secara optimal.

Bambang menilai keberadaan kanal layanan yang dekat dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan inklusi perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Karena itu, jaringan kantor dan layanan digital yang dimiliki Bank BPD DIY diharapkan dapat membantu BPJS Ketenagakerjaan menjangkau lebih banyak pekerja di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca juga: HUT ke-48 BPJS TK, Menaker Yassierli Soroti Paradigma Baru dan Kenaikan Kepesertaan

Kelola Klaim Rp24,3 Triliun hingga April 2026

BPJS Ketenagakerjaan mencatat hingga April 2026 jumlah peserta yang terlindungi mencapai 47,41 juta tenaga kerja.

Jumlah tersebut terdiri dari 26,87 juta pekerja formal atau Penerima Upah (PU), 13,87 juta pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), 5,96 juta pekerja jasa konstruksi, serta 710 ribu pekerja migran Indonesia (PMI).

Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus klaim.

Selain itu, lembaga tersebut juga menyalurkan manfaat Beasiswa Pendidikan senilai Rp260,9 miliar kepada lebih dari 56 ribu anak peserta.

Bambang berharap kerja sama dengan Bank BPD DIY dapat memperluas jangkauan perlindungan sosial ketenagakerjaan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan.

"Penguatan kerja sama dengan Bank BPD DIY juga kami harapkan akan mampu menghadirkan kemudahan pendaftaran dan pembayaran iuran melalui berbagai kanal layanan perbankan sehingga nantinya akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja akan semakin luas, mudah, dan inklusif," tutupnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Program Ubah Santunan Jadi Modal Usaha

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.