Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Klinik Satelit Sektor 2 Madinah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Kota Nabi, Madinah.
Klinik yang beroperasi di salah satu hotel sektor tersebut melayani berbagai keluhan kesehatan ringan hingga sedang sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Koordinator Klinik Satelit Sektor 2 Madinah dr Fitri Indah Yanti SpP menjelaskan, klinik satelit dibentuk untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada jamaah yang tersebar di berbagai hotel.
“Di Madinah ada lima sektor, dan setiap sektor memiliki klinik satelit," ujar dr. Fitri saat ditemui di Madinah, Rabu (10/6/2026).
"Jamaah yang mengalami keluhan kesehatan dapat langsung mendatangi klinik untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, layanan yang diberikan berupa rawat jalan untuk kasus-kasus ringan hingga sedang.
Sementara jamaah dengan kondisi yang lebih serius akan dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah atau rumah sakit setempat.
Klinik satelit beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam.
Pelayanan didukung oleh tenaga kesehatan haji (TKH) yang dijadwalkan secara bergantian dari berbagai kelompok terbang (kloter).
“Dokter dan perawat yang bertugas pada shift pagi dan siang berasal dari berbagai kloter yang kami atur jadwalnya, kata dr Fitri.
"Dengan demikian mereka tetap dapat melayani jamaah di hotel masing-masing sekaligus membantu pelayanan di klinik satelit,” jelasnya.
Seiring bertambahnya kedatangan jamaah gelombang kedua, jumlah pasien yang datang ke klinik juga meningkat.
Jika pada hari-hari awal hanya melayani sekitar tiga pasien, kini jumlah kunjungan mencapai lebih dari 20 orang per hari.
“Shift pagi hari ini saja sudah 11 pasien, dan sampai sore jumlahnya bisa mencapai sekitar 21 jamaah,” katanya.
Dr. Fitri mengungkapkan, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi keluhan yang paling banyak dialami jamaah.
Gejalanya meliputi batuk, pilek, radang tenggorokan, hingga nyeri faring.
“Keluhan yang dominan adalah batuk pilek dan nyeri tenggorokan. Ini merupakan gangguan saluran pernapasan atas yang cukup banyak kami temui pada jamaah gelombang kedua,” ujarnya.
Untuk mendukung pelayanan, klinik satelit menyiapkan berbagai kebutuhan obat yang diperoleh melalui KKHI Madinah.
Persediaan yang paling banyak disiapkan antara lain obat flu, batuk, radang tenggorokan, antibiotik, vitamin, hingga cairan infus.
Menurut dr. Fitri, selain gangguan pernapasan, banyak jamaah juga mengalami kelelahan fisik akibat aktivitas ibadah yang padat selama musim haji.
“Sebagian jamaah datang dengan kondisi kelelahan, nafsu makan menurun, dan membutuhkan terapi cairan maupun vitamin untuk membantu pemulihan kondisi tubuh,” tuturnya.
Ia mengimbau jamaah yang mengalami gangguan kesehatan agar segera melapor kepada petugas kesehatan kloter atau langsung mendatangi klinik satelit terdekat sehingga keluhan dapat ditangani lebih cepat dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. (hasim arfah/mch 2026)