Harga Pertamax Naik Tanpa Basa-basi, Pemilik Motor Jadul Pasrah di Antrean SPBU Bangkalan
Dwi Prastika June 10, 2026 10:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di kesunyian dini hari, Rabu (10/6/2026) pukul 00.00 WIB membuat masyarakat pengguna Pertamax kaget ketika pagi hari.

Konsumen hanya bisa pasrah ketika sudah berada di jalur antrean mesin dispenser SPBU bertuliskan, Pertamax Rp16.250. 

Kondisi itu dirasakan Fathur, warga Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Pemilik motor Honda Legenda lansiran tahun 2003 itu mengaku terpaksa membiarkan selang dispenser SPBU Kota Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta, memuntahkan BBM Pertamax ke tangki motor jadul (zaman dulu) kesayangannya.

"Malam sebelumnya tidak ada informasi tentang kenaikan Pertamax. Bahkan semalam saya sempat mengisi Pertamax di SPBU Kota, tetapi tidak jadi karena melihat sedikit ada antrean. Setelah kembali tadi pagi, ternyata Pertamax sudah berubah harga karena kenaikannya mencapai Rp3.950 per liter," ungkap Fathur kepada TribunMadura.com, Rabu (10/6/2026).

Selama 5 tahun merawat Honda Legenda, bapak satu anak itu memang selalu memanjakan mesin motor jadulnya dengan asupan BBM Pertamax.

Dengan harapan, kondisi mesin tetap terawat dan halus karena Pertamax dengan oktan tinggi menghasilkan pembakaran di ruang mesin lebih sempurna. 

"Meski motor jadul, tetapi jangan salah, saya beri Pertamax agar ruang bakar mesin bebas plug (kerak) dan tarikan lebih nyaman. Tapi sekarang, ya terpkasa pakai Pertalite," jelas pria yang juga hobi nge-trail itu. 

Baca juga: Jalur Pengisian Pertamax di SPBU Sleko Tuban Kosong, Bukan Imbas Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Menaikkan Pertamax saat Warga Tidur 

Pemerintah melalui PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liternya.

Penyesuaian harga juga terjadi pada Pertamax Green 95 dari harga Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liternya. 

"Kenapa tanpa pengumuman, kami masyarakat kecil juga bagian dari warga negara yang juga mempunyai kedudukan setara. Hanya urusan menaikkan harga Pertamax saja, pemerintah melakukannya di saat kami pulas tidur setelah seharian kami lelah menacri nafkah untuk anak dan istri," pungkas Fathur.

Kebijakan diam-diam dari pemerintah saat menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green 95 juga dirasakan petugas SPBU Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, Bambang. 

Baca juga: Warga Gresik Berbondong-bondong Beralih ke Pertalite, Antrean Mengular hingga ke Jalan Raya

"Kebetulan kemarin saya masuk pagi, belum ada informasi kenaikan harga. Tapi setelah bangun pagi, barulah saya mengetahui dari grup WA (WhatsApp) bahwa ada kenaikan harga Pertamax," ungkap Bambang. 

Ia menjelaskan, selama ini sebagaian besar masyarakat pengendara roda dua memilih Pertamax hanya faktor menghindari antrean karena selisih harga Pertamax dan Pertalite hanya terpaut Rp2.300 per liternya. 

Ketika jalur menuju dispenser Pertalite penuh antrean kendaraan, lanjutnya, para pemotor bergeser ke arah Pertamax yang jalurnya lebih lengang. 

"Sekarang kaget karena tidak tahu harga Pertamax naik. Begitu masuk area (Pertamax) terpaksa membeli," pungkas Bambang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.