IHSG Rebound Tiga Hari Beruntun, Simak Prediksi dan Rekomendasi Saham Pilihan
Abdul Rosid June 10, 2026 11:17 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu (10/6/2026). 

Penguatan signifikan yang terjadi membuat indeks melanjutkan tren rebound selama tiga hari berturut-turut dan memunculkan optimisme baru di kalangan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melonjak 155,72 poin atau naik 2,71 persen ke level 5.902,37. 

Kenaikan tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif, mulai dari melemahnya harga minyak mentah dunia, menguatnya nilai tukar rupiah, hingga respons pemerintah terhadap kondisi pasar modal nasional.

Baca juga: Pengguna Pertamax di Tangsel Mengeluh, Kenaikan Harga BBM Bikin Pengeluaran Membengkak

Penguatan ini menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor mulai kembali membaik setelah pasar sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Rupiah Menguat dan Sentimen Global Jadi Penopang

Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menilai pergerakan positif IHSG tidak lepas dari membaiknya sejumlah indikator ekonomi yang menjadi perhatian investor.

Selain faktor eksternal, pasar juga merespons positif langkah pemerintah dalam menghadapi dinamika yang terjadi di pasar modal Indonesia.

“Investor domestik mengapresiasi mulai adanya respon pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,” jelasnya kepada Kontan, Rabu (10/6). 

Dari sisi teknikal, Alrich melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka. Indeks saat ini mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka pendek dan menunjukkan sinyal penguatan lanjutan.

Menurutnya, indikator stochastic RSI masih bergerak positif, sementara histogram MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk pola golden cross yang kerap menjadi sinyal awal tren naik.

Jika momentum ini berlanjut, IHSG berpeluang menguji level psikologis 6.000 dalam waktu dekat.

Analis Prediksi IHSG Masih Bergerak Positif

Pandangan serupa disampaikan VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi. Ia memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak menguat meski dengan ruang kenaikan yang lebih terbatas.

Menurutnya, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu katalis penting bagi pasar saham domestik.

Pada perdagangan terbaru, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS, yang dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset di Indonesia.

Selain itu, musim pembagian dividen juga menjadi sentimen positif yang mendukung pergerakan sejumlah saham unggulan.

Emiten dengan dividend yield tinggi seperti UNVR dan AMRT dinilai masih menarik perhatian investor yang mencari potensi pendapatan tambahan dari dividen.

Waspadai Potensi Profit Taking

Meski tren penguatan masih berlangsung, sejumlah analis mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung atau profit taking.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai kenaikan tajam yang terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir berpotensi memicu tekanan jual jangka pendek.

Menurutnya, sebagian investor kemungkinan akan merealisasikan keuntungan setelah IHSG mencatat kenaikan signifikan dalam waktu singkat.

Selain itu, pelaku pasar global juga masih menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI), yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar ke depan.

Untuk perdagangan berikutnya, Herditya memperkirakan area support IHSG berada di level 5.849, sedangkan resistance berada di kisaran 5.964.

Rekomendasi Saham Pilihan

Di tengah peluang penguatan sekaligus risiko koreksi jangka pendek, sejumlah analis memberikan rekomendasi saham yang layak dicermati investor.

MNC Sekuritas merekomendasikan saham AMMN dengan area pemantauan pada kisaran Rp3.780 hingga Rp4.100. Selain itu, saham MINA dan WIFI juga dinilai memiliki peluang pergerakan menarik dalam jangka pendek.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham PGAS dengan area support di Rp1.400 dan target resistance hingga Rp1.685.

Saham PACK juga masuk dalam daftar pilihan dengan level support Rp226 dan target resistance Rp280.

Dengan tren rebound yang masih berlangsung, investor disarankan tetap mencermati perkembangan sentimen global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi, sekaligus menerapkan manajemen risiko yang disiplin di tengah potensi volatilitas pasar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.