Dari Deteksi Penyakit hingga Edukasi Gizi, Kukerta Berdampak UNRI Sentuh Warga Dumai Barat
M Iqbal June 10, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Program deteksi dini penyakit bagi masyarakat pesisir, edukasi gizi di sekolah dasar, hingga pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) menjadi sejumlah kegiatan yang dijalankan mahasiswa Kukerta Berdampak Fakultas Kedokteran Universitas Riau di Kecamatan Dumai Barat.

Berbagai program tersebut mendapat evaluasi dan pendampingan langsung dari tim supervisi Universitas Riau guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Tim supervisi dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Dr. Mexsasai Indra, SH MH didampingi Prof. Dr. Zahtamal, SKM., M.Kes. selaku anggota Pokja Kedokteran, Sukamarriko Andrikasmi, S.H., M.H. mewakili LPPM Universitas Riau, serta dosen pembimbing lapangan dr. Iqbal Arnif, Sp.B. Kegiatan berlangsung di Kantor Camat Dumai Barat dan turut dihadiri Camat Dumai Barat Al Khusairi, S.Sos., M.Si., Lurah Bagan Keladi, serta Lurah Purnama.

Dalam kesempatan tersebut, Mexsasai menegaskan bahwa supervisi merupakan bagian dari evaluasi internal Universitas Riau terhadap pelaksanaan program Kukerta Berdampak yang diamanahkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran di lapangan.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan budaya akademik Universitas Riau yang dikenal dengan nilai ASRI, yakni Amanah, Santun, Responsif, dan Inovatif. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman mahasiswa dalam menjalankan seluruh program kerja selama berada di tengah masyarakat.

"Mahasiswa harus mampu menjaga amanah, membangun komunikasi yang santun, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar," kata Mexsasai dalam kesempatan itu.

Sementara itu, Prof. Dr. Zahtamal, SKM., M.Kes. mengatakan Kukerta Berdampak menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Beberapa program yang menjadi perhatian dalam evaluasi antara lain deteksi dini penyakit bagi masyarakat pesisir, edukasi gizi di SD Negeri 015 Dumai, pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di SMP Negeri 21 Dumai, serta penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD Negeri 009 Dumai. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Lurah Bagan Keladi, Nurhasan, S.P., mengapresiasi kehadiran mahasiswa Kukerta yang dinilai aktif berkoordinasi dan selalu melaporkan perkembangan kegiatan kepada pihak kelurahan. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan mahasiswa telah membantu mendukung sejumlah kegiatan di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Kukerta, Abdurrahman Azis, yang menyebut seluruh program kerja disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat serta arahan dosen pembimbing lapangan dan pemerintah kelurahan. Ia berharap seluruh kegiatan yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pada kesempatan yang sama, Camat Dumai Barat Al Khusairi, S.Sos., M.Si. menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kukerta Berdampak Universitas Riau. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. 

Ia berharap jangkauan program ke depan dapat semakin luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak warga. Melalui kegiatan ini, Universitas Riau kembali menegaskan komitmennya mewujudkan konsep Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi yang hadir dan berkontribusi langsung dalam pembangunan masyarakat.

(Tribunpekanbaru.com/Alexander) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.