WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG — Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam tiga hari terakhir memicu keluhan massal.
Pemadaman yang berdurasi rata-rata 3 hingga 4 jam tersebut dinilai sangat merugikan karena melumpuhkan aktivitas domestik warga serta memukul urat nadi perekonomian para pelaku usaha mikro.
Pantauan di lokasi pada Rabu (10/6/2026) malam sekira pukul 19.00 WIB, kegelapan pekat menyelimuti sepanjang jalur Pantura wilayah Klari, Karawang.
Baca juga: Sukses Pertahankan Opini WTP 11 Tahun Berturut-turut, DPRD Apresiasi Pemkab Karawang
Area terdampak membentang mulai dari lampu merah akses Tol Karawang Timur hingga kawasan dekat Pasar Kosambi.
Rumah-rumah penduduk dan deretan ruko tampak mati total, kecuali beberapa tempat usaha besar yang mampu mengoperasikan mesin genset.
Kerasnya dampak pemadaman ini bahkan memaksa sejumlah restoran cepat saji di wilayah Kosambi memilih tutup lebih awal.
Jeritan Pengusaha Kecil dan Nestapa Anak Ujian Semester
Hantaman ekonomi ini dirasakan langsung oleh Farhan (33), seorang pemilik usaha fotokopi di Kosambi.
Ia terpaksa gigit jari dan menutup tempat usahanya sejak sore hari karena mesin-mesinnya tidak dapat beroperasi tanpa daya listrik.
Baca juga: Polres Karawang Tetapkan 5 Orang Tersangka Soal Video Viral Pesta Gay di Theatre Night Mart
Aspek yang kontras juga datang dari sektor pendidikan.
Endang, seorang ibu rumah tangga di Klari, mengaku sangat cemas lantaran sang anak tidak bisa mempersiapkan diri dengan optimal untuk menghadapi ujian semester esok hari akibat rumah yang gelap gulita.
"Saya malah tidak tahu ada info pemadaman, biasanya ada pengumuman di grup WhatsApp warga atau dari RT. Anak saya besok harus ujian semesteran, jadi sangat terganggu belajarnya karena gelap," tuturnya cemas.
Beruntung bagi Endang dan warga Klari lainnya, aliran listrik dilaporkan mulai menyala kembali secara bertahap sekitar pukul 20.15 WIB.
PLN Sebut Ada Perbaikan Darurat Sistem Kelistrikan
Fenomena Karawang mati lampu ini bukan yang pertama kali.
Pada Selasa (9/6/2026) kemarin, pemadaman serupa juga menghantam wilayah Cengkong dan Purwasari sejak pukul 16.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB.
Merespons keluhan publik, Asisten Manajer Umum PLN Karawang, Wahyu Nur, membenarkan adanya kebijakan pemadaman di sejumlah titik.
Namun, ia memastikan bahwa per malam ini seluruh sistem yang sempat padam sudah kembali normal.
Wahyu Nur membeberkan bahwa pemicu utama pemadaman ini adalah adanya pelaksanaan pekerjaan darit (emergency) di sektor hulu untuk memperkuat sistem kelistrikan jangka panjang.
Akibatnya, manajemen pengaturan beban harus dilakukan secara bergilir di beberapa lokasi.
"Ada pekerjaan emergency untuk penguatan sistem kelistrikan. Sehingga perlu dilakukan pengaturan beban di lokasi-lokasi tertentu. Kami dari pihak PLN menyampaikan terima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat selama proses perbaikan berlangsung," pungkas Wahyu.