BOLASPORT.COM - Sebuah pandangan positif diungkapkan oleh Zulfahmi Khairuddin usai melihat hasil mengecewakan Hakim Danish pada GP Hungaria.
Sebuah mimpi buruk menimpa Hakim Danish pada Moto3 Hungaria 2026 yang berlangsung di Balaton Park pada akhir pekan kemarin.
Bagaimana tidak? Catatan apik dari andalan MT Helmets-MSI tersebut pada seri sebelumnya di Sirkuit Mugello, Italia mendadak lenyap dalam 1 pekan.
Ya, Danish datang menjalani balapan ke-8 dalam kalender Moto3 2026 ini dengan membawa podium perdananya di kelas ini usai finis ke-3 di Mugello.
Di Hungaria, salah satu rookie atau pendatang baru Moto3 2026 tersebut kesulitan untuk menunjukkan ritme terbaiknya sejak sesi hari pertama digelar.
Catatan waktu lap Danish kurang mumpuni terlebih mengingat riwayatnya bahwa ini adalah kesempatan pertama melaju di lintasan sepanjang 4,08 kilometer itu.
Alhasil, pembalap kebanggaan Malaysia saat ini tersebut harus mengawali balapan GP Hungaria ini dari posisi ke-19.
Saat sesi balapan berlangsung, Danish pun harus menyudahi perjuangannya lebih dini ketika lomba baru berjalan 1 putaran karena ditubruk rider lain.
Danish mengalami crash di tikungan 5 usai bersinggungan dengan andalan CODE Motorsports Ruche Moodley.
Hasil mengecewakan yang didapatkan oleh Danish ini tidak mengejutkan bagi Zulfahmi Khairuddin selaku manajer sekaligus mentornya.
Legenda MotoGP Malaysia yang sempat meraih 2 podium di kelas Moto3 pada musim 2012 itu tak menutup mata bahwa GP Hungaria menjadi balapan tersulit bagi Danish.
Dengan riwayat belum pernah mengaspal di lintasan ini sebelumnya, Zulfahmi merasa Danish tidak berkutik saat memiliki gap cukup lebar.
"Ini jelas merupakan akhir pekan yang sangat menantang bagi Danish, seperti yang saya perkirakan sejak awal," kata Zulfahmi.
"Balaton Park adalah sirkuit yang sangat teknis yang menuntut kepercayaan diri dan pengalaman yang besar dari setiap pembalap."
"Selisih antara Danish dan kelompok terdepan masih cukup signifikan di trek ini," imbuhnya, dilansir dari laman NST.
Dalam kesempatan yang sama, Zulfahmi tetap mengapresiasi kinerja Danish yang berupaya keras dalam melakukan adaptasi dan meningkatkan performanya.
"Sepanjang akhir pekan, dia bekerja sangat keras untuk beradaptasi dan meningkatkan performanya," ucap Zulfahmi.
"Tetapi dia tidak pernah menemukan tingkat kenyamanan dan ritme yang dibutuhkan untuk tampil maksimal di sirkuit ini," imbuhnya.
Terlepas dari hasil akhir yang jauh dari kata memuaskan, ada 1 hal yang disyukuri Zulfahmi dari penampilan Danish di Balaton Park ini.
Bisa melewati seri ini tanpa cedera menjadi hal yang menggembirakan bagi Zulfahmi mengingat Danish sendiri sempat terlibat insiden yang membuatnya tersungkur di gravel.
"Yang terpenting adalah Danish menuntaskan seri ini tanpa cedera," kata Zulfahmi menjelaskan.
"Itu adalah hal positif terbesar dari akhir pekan ini, saya yakin insiden itu tidak akan memengaruhi tekadnya."
"Sebagai pembalap yang berkompetisi di musim pertamanya di Moto3, pengalaman seperti ini adalah bagian dari proses pembelajaran," imbuhnya.
Kegagalan Danish dalam mengamankan poin juga menular kepada Veda Ega Pratama yang tampil membawa bendera Indonesia.
Meski demikian, nasib andalan Honda Team Asia tersebut masih lebih baik dari Danish yang menggoreskan DNF atau gagal finis di GP Hungaria ini.
Veda berhasil menuntaskan lomba usai mengawali perjuangannya dari urutan ke-9 dengan finis di posisi ke-16.
Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut hanya terpaut 1 setrip saja dari batas zona poin minimal setelah dia juga sempat menjalani hukuman long lap penalty.