Sepak Bola Hari Ini
·10 Juni 2026
Tim nasional Inggris akan memulai perjuangan mereka untuk meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Rabu dengan laga sulit melawan Kroasia di Dallas.
The Three Lions datang ke turnamen ini sebagai salah satu favorit kuat versi para bandar taruhan untuk mengangkat trofi, meskipun mereka belum pernah mengulang kesuksesan sejak 1966.
Pada tahun tersebut, Inggris berhasil menjuarai Piala Dunia di kandang sendiri, namun sejak itu mereka kerap gagal memenuhi ekspektasi di berbagai turnamen besar.
Bagi para penggemar yang tertarik untuk bertaruh, peluang terbaik untuk laga Piala Dunia ini dapat ditemukan di situs oddschecker, menjelang pertandingan yang diprediksi akan menjadi ujian berat bagi Inggris.
Bandar menempatkan Inggris dengan peluang 3/4 untuk menang, sementara Kroasia berada di angka 17/4. Hasil imbang dipatok di 29/10, yang mungkin menjadi pilihan taruhan dengan nilai terbaik. Berikut pratinjau laga pembuka Inggris.
Keputusan pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dalam memilih skuad menimbulkan banyak perdebatan, karena sejumlah pemain berbakat tidak dibawa ke Amerika Utara musim panas ini.
Harry Maguire, Morgan Gibbs-White, Cole Palmer, dan Phil Foden termasuk di antara para bintang Liga Premier yang tidak masuk dalam daftar 26 pemain pilihan Tuchel.
Namun, keputusan Tuchel untuk membawa Jordan Henderson ke turnamen alih-alih Adam Wharton menjadi yang paling kontroversial.
Henderson diboyong ke Amerika Utara karena dinilai memiliki pengaruh positif di ruang ganti, bukan karena performanya di lapangan dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, Wharton telah membuktikan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di Inggris, membantu Crystal Palace meraih dua trofi besar dalam dua musim terakhir.
Pada akhirnya, Tuchel lebih memilih aspek fungsionalitas ketimbang kreativitas di lini tengah, dan keputusan tersebut bisa menjadi bumerang seiring berjalannya turnamen.
Meski Inggris dijagokan untuk menjadi juara Grup L, akan menjadi langkah berani untuk memprediksi dengan pasti bahwa mereka akan melakukannya tanpa kendala.
Kroasia pernah menjadi batu sandungan bagi Inggris di pertemuan sebelumnya, terutama ketika mereka menang 2-1 di semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia.
Sejak saat itu, The Three Lions telah menang dua kali dan imbang sekali dari tiga pertemuan terakhir, namun kedua tim terlihat seimbang dalam laga-laga tersebut.
Declan Rice dan Elliot Anderson akan menjadi starter di lini tengah menghadapi Kroasia. Keduanya tidak memiliki faktor 'wow' yang biasanya dibutuhkan untuk menjuarai Piala Dunia.
Mereka akan mendapat tugas berat untuk menghentikan Luka Modric dalam mengatur permainan Kroasia. Namun, menghentikan pemain berusia 40 tahun itu tentu bukan perkara mudah.
Dalam beberapa hal, Modric memiliki kemiripan dengan Wharton. Keduanya sama-sama memiliki visi luar biasa dan mampu mengendalikan tempo permainan dengan mudah.
Sebaliknya, Rice dan Anderson lebih dikenal sebagai pekerja keras. Dengan suhu tinggi yang diperkirakan melanda Dallas, mereka bisa saja kewalahan mengejar bola.
Modric baru-baru ini kembali menunjukkan kelasnya dalam laga uji coba melawan Slovenia, mencetak gol indah ke gawang Jan Oblak tepat setelah jeda babak pertama.
Ia tampak lebih tajam dibanding pemain lain di lapangan, dengan kemampuannya mengendalikan tempo permainan yang masih impresif meski usianya tidak muda lagi.
Seandainya Modric adalah pemain Inggris, publik mungkin akan lebih menyoroti kekurangannya daripada kehebatannya. Tuchel tampaknya melakukan kesalahan serupa terhadap Wharton.
Setelah sempat absen di akhir musim, Modric kini tampil segar untuk Piala Dunia, menjadikannya ancaman serius bagi skuad Inggris.
Modric telah membawa Kroasia finis sebagai runner-up dan peringkat ketiga di dua edisi Piala Dunia terakhir. Dengan dirinya di tim, perjalanan jauh kembali tampak sangat mungkin terjadi.