‘Uangnya Gila-Gilaan!’ – Joshua Kimmich Akui Hampir Tergoda Pindah ke PSG oleh Luis Enrique Setelah Bayern Munich Izinkan Dirinya Pergi
Rina Kusumawati June 11, 2026 05:43 AM

Joshua Kimmich mengungkap betapa dekatnya ia dengan kemungkinan mengakhiri kebersamaannya bersama Bayern Munich di tengah masa penuh ketidakpastian di Allianz Arena. Gelandang tim nasional Jerman itu mengaku hampir tergoda oleh tawaran menggiurkan dari Paris Saint-Germain setelah diberi tahu oleh manajemen klub bahwa dirinya tersedia untuk dijual.

Eberl Memberi Lampu Hijau untuk Kepergian

Dalam sebuah dokumenter baru berjudul 'Captain Kimmich' yang ditayangkan di ZDF, pemain serbabisa tersebut membahas masa sulit dalam kariernya ketika masa depannya di Bayern tampak tidak menentu. Saat memasuki bulan-bulan terakhir kontraknya lebih dari setahun lalu, Kimmich mempertimbangkan berbagai opsi, keterlambatan yang kabarnya membuat dewan pengawas Bayern frustrasi dan sempat menarik kembali tawaran perpanjangan kontrak. Pada periode itu, ia menyadari bahwa beberapa figur penting klub, termasuk direktur olahraga Max Eberl, membuka kemungkinan untuk melepasnya. Namun, pembicaraan baru dengan Eberl dan Christoph Freund akhirnya berujung pada penandatanganan kontrak baru hingga tahun 2029 pada Maret 2025.

Berbicara mengenai percakapan penting dengan petinggi klub, Kimmich menjelaskan bahwa pintu keluar benar-benar terbuka baginya. “Saya berbicara dengan Max Eberl,” kata Kimmich. “Ia kemudian menegaskan kembali kepada saya: ‘Jika kamu ingin pergi, maka kamu dijual, itu memungkinkan.’” Konfirmasi tersebut membuat pandangan Kimmich tentang masa depannya bersama juara Jerman itu berubah secara signifikan.

Pengejaran Intens PSG dan Faktor Luis Enrique

Setelah Bayern menyatakan kesediaan untuk mendengarkan tawaran, raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain, segera bergerak cepat. Kimmich mengakui bahwa klub Prancis tersebut, yang dipimpin oleh pelatih Luis Enrique dan penasihat olahraga Luis Campos, memberikan kesan yang luar biasa kepadanya. Pendekatan mereka begitu serius hingga Campos bahkan mengunjungi rumah pribadi sang pemain untuk meyakinkannya tentang proyek besar di ibu kota Prancis tersebut.

Pemain berusia 31 tahun itu mengaku terkejut dengan keseriusan yang ditunjukkan pihak PSG. “Dengan Paris, ada klub yang sangat berkomitmen. Klub yang bahkan sebelumnya tidak saya perhitungkan,” ujar Kimmich. Menjelaskan lebih lanjut tentang pembicaraan dengan tokoh-tokoh penting itu, ia menambahkan: “Mereka benar-benar melakukan pekerjaan yang hebat dan memberi saya kesan bahwa mereka sangat menginginkan saya. Itu benar-benar menarik perhatian saya.”

Tawaran Finansial Gila-Gilaan dan Rencana Keluarga

Negosiasi dengan PSG berjalan begitu jauh hingga Kimmich mulai merencanakan logistik untuk keluarganya dan empat anaknya. Ia mengungkap bahwa dirinya telah meninjau kawasan tempat tinggal dan sekolah di Paris, didorong oleh tawaran kontrak yang ia sebut sebagai luar biasa. Meski nilai finansialnya sangat besar, Kimmich menegaskan keputusan akhirnya tidak semata-mata didorong oleh uang.

Kimmich tidak menutupi besarnya paket finansial yang ditawarkan oleh manajemen PSG selama proses negosiasi. “Sisi finansialnya benar-benar gila. Sungguh. Sangat, sangat gila, saya harus akui,” ujarnya.

Namun, ia tetap berpijak pada prinsipnya dan menambahkan: “Tapi saya tidak ingin menjadikan itu faktor penentu.” Pada saat itu, ia bahkan merasa kepindahannya hampir pasti, dengan berkata: “Saat ini, saya tidak tahu apa yang bisa membuat saya memperpanjang kontrak di sini. Saya melihat kemungkinan memperpanjang hanya 95 persen tidak akan terjadi.”

Memilih Bertahan untuk Era Kompany

Meski sempat “95 persen” yakin akan pergi, kombinasi antara pertimbangan keluarga dan kehadiran pelatih baru akhirnya membuat Kimmich mengubah keputusannya. Penunjukan Vincent Kompany sebagai pengganti Thomas Tuchel memainkan peran penting dalam meyakinkan sang gelandang untuk bertahan di Allianz Arena, karena pelatih asal Belgia itu memaparkan visi yang menempatkannya sebagai bagian sentral dari proyek tim.

Melihat kembali kisah tersebut setelah semuanya berlalu, Kimmich yakin bahwa keputusannya untuk menolak kekayaan Paris dan tetap bertahan di Munich adalah langkah yang tepat. Kini ia telah kembali menjadi pemimpin di ruang ganti dan tampaknya akan terus menjadi sosok kunci bagi Bayern dalam waktu yang panjang. “Keputusan memperpanjang kontrak dengan Bayern adalah hal yang benar,” tutup Kimmich, menandai akhir dari salah satu kisah transfer yang nyaris terjadi paling penting dalam sejarah terbaru Bundesliga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.