TRIBUNJAKARTA.COM - Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Pusat-Utara menggelar unjuk rasa di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, berakhir dibubarkan polisi, pada Rabu (10/6/2026) malam.
Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan.
Meski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB.
Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional.
Menurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan.
"Aksi tadi sebagai respons spontan terhadap dinamika politik kebangsaan kita hari ini, dan pemantiknya memang karena adanya kenaikan BBM itu," ujar Amiruddin dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/6/2026).
Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah.
Amiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut.
Ia mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan.
"Pas kami tadi kan orasi dulu sebentar tiba-tiba datanglah rombongan mobil kepolisian sama mereka pakai motor untuk membubarpaksakan aksi kami tadi," terangnya.
Berdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang.
Meski demonstrasi malam itu telah berakhir, HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara memastikan akan kembali menggelar aksi pada Kamis (11/6/2026).
Rencananya, kegiatan akan berlangsung di lokasi yang sama, yakni Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.
Menurut Amiruddin, pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada kedekatannya dengan sekretariat organisasi.
Selain itu, waktu pelaksanaan akan dimajukan agar pesan yang ingin disampaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax mengalami kenaikan cukup signifikan dari sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jakarta, 11 Juni 2026: Langit Cerah, Suhu Tertinggi di Jaksel Tembus 34 Derajat
Baca juga: BURSA Transfer: Usai Peralta, Jakmania Berharap Persija Datangkan Satu Legenda Klub Rival
Baca juga: Rupiah Melemah, Pengelola Mal Yakin Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga