Ragam Respon Warga Pontianak Kaget Massal soal Pertamax Tiba-tiba Naik Jadi Rp16.650/Liter
Faiz Iqbal Maulid June 11, 2026 08:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 10 Juni 2026 merespons kenaikan harga Pertamax dengan rasa kaget dan keluhan karena pengeluaran bahan bakar meningkat tajam. 

Diketahui, harga Pertamax melonjak dari sekitar Rp12.300–Rp12.600 menjadi Rp16.250–Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026.

Peralihan harga ini membuat banyak pengendara beralih ke Pertalite yang harganya tetap Rp10.000/liter.

Bagaimana respon warga Kota Pontianak terkait kondisi ini?

Ragam Respon Warga Pontianak

Chantika, warga Jalan Dr. Sutomo, Pontianak Kota yang sehari-hari bekerja sebagai presenter di salah satu stasiun televisi lokal di Kota Pontianak. 

Aktivitasnya yang padat menuntut mobilitas tinggi, mulai dari berangkat kerja, hingga kegiatan di luar studio.

• Pertamax Makin Mahal, Warga Pontianak Akui Aktivitas Harian Ikut Terdampak

Menanggapi kenaikan harga Pertamax, Chantika mengaku kecewa. 

"Ya kecewa, tapi nggak tau mau gimana lagi, "ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Rabu 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan harga sangat terasa karena rutinitasnya yang mengandalkan kendaraan pribadi. 

"Pasti berdampak, karena biasanya isi full tank 11 liter, kaliin aja sekarang kalau full tank berapa," katanya.

Dengan kebutuhan mobilitas yang tinggi sebagai presenter, Chantika mengaku sulit mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. 

"Susah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, pekerjaan mobilitasnya membutuhkan kendaraan pribadi secara penuh," jelasnya.

Kondisi ini membuatnya mulai mempertimbangkan beralih ke BBM yang lebih terjangkau. 

"Sepertinya akan menggunakan Pertalite, mau tidak mau," ungkapnya.

Senada, Sinta, warga Pontianak Kota menilai kebijakan tersebut menjadi polemik, terutama bagi pengguna BBM non-subsidi.

Ditemui di salah satu SPBU, Sinta mengaku tidak selalu menggunakan Pertamax dalam aktivitas sehari-hari. I

a lebih sering menggunakan Pertalite, namun terkadang beralih ke Pertamax karena kondisi tertentu.

"Kalau kita sebenarnya tidak terlalu menggunakan Pertamax, biasanya menggunakan Pertalite juga. Jadi kalau menggunakan Pertamax ini memang lebih beda kualitasnya dengan Pertalite," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co,id di SPBU Jalan Hos Cokroaminoto, Rabu 10 Juni 2026.

• Tanpa Pengumuman! Warga Pontianak Terkejut Harga Pertamax Meroket, Kini Pilih Pertalite

Meski demikian, ia berharap kenaikan harga Pertamax tidak terlalu tinggi, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang dinilai cukup berat bagi masyarakat.

"Tapi kalau bisa jangan naik yang terlalu mahal, apalagi sekarang dolar naik, serba pada naik, belum lagi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Sinta juga menyoroti potensi dampak berantai dari kenaikan harga Pertamax terhadap kebutuhan lain.

Menurutnya, kenaikan BBM bisa memicu lonjakan harga di sektor lain.

"Jadi istilahnya kalau sudah Pertamax naik berarti nanti yang lainnya ikut naik semua," katanya.

Pengawas SPBU Jalan Hos Cokroaminoto, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa kenaikan harga Pertamax terjadi secara serentak, termasuk di Pontianak.

"Pertamax naik di seluruh wilayah, yang pastinya di Pontianak ini naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter per hari ini," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Rabu 10 Juni 2026.

Menurutnya, pengguna Pertamax tidak hanya dari kalangan menengah atas, tetapi juga sebagian masyarakat menengah ke bawah yang sebelumnya menggunakan Pertalite.

"Yang pakai juga kan kalangan menengah ke bawah ada yang pakai Pertalite, jadi ya pada panik, pada kaget. Jadi kok naik, kok naik, masyarakat bertanya-tanya," katanya.

Sementara itu, harga Pertalite tidak mengalami kenaikan, sehingga sebagian masyarakat memilih kembali menggunakan BBM tersebut.

"Pertalite sih tetap nggak naik. Yang beralih ke Pertamax itulah yang kaget," tambahnya.

• Ojol Singkawang Keluhkan Harga Pertamax Meroket Rp16.250, Beban Ekonomi Kian Berat

Wali Kota Pontianak Sebut Berdampak pada Biaya Transportasi dan Anggaran Daerah

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Pertamina, sehingga pemerintah daerah tidak dapat mengintervensi keputusan tersebut.

"Ini memang keputusan dari pemerintah pusat, Pertamina, kami tidak memiliki kewenangan untuk masalah harga," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id , di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu 10 Juni 2026.

Namun demikian, ia mengakui kenaikan harga BBM akan memberikan dampak berantai terhadap biaya transportasi dan kebutuhan lainnya di masyarakat.

"Tetapi tentu dengan kenaikan BBM kita akan berdampak pasti pada biaya transportasi, terus juga pasti akan berdampak terhadap biaya-biaya lainnya. Karena yang namanya transportasi pasti naik, ongkos juga akan ikut naik," jelasnya.

Ia berharap kondisi harga BBM dapat kembali stabil di kemudian hari. 

"Mudah-mudahan bisa turun lagi, itu harapan kita," tambahnya.

Daftar Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026

Pertalite = Rp10.000/liter (tetap, subsidi)

Biosolar = Rp6.800/liter (tetap, subsidi)

Pertamax = Rp16.250/liter (naik Rp3.950)

Pertamax Green 95 = Rp17.000/liter (naik Rp4.100)

Pertamax Turbo = Rp20.750/liter (tetap)

Dexlite = Rp23.000/liter (tetap)

Pertamina Dex = Rp24.800/liter (tetap)

Catatan: Harga di setiap wilayah atau SPBU bisa sedikit berbeda. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.