Ipswich Town mendapat pukulan besar menjelang kembalinya mereka ke Premier League setelah Kieran McKenna secara resmi mengumumkan bahwa ia meninggalkan klub. Pelatih berusia 40 tahun itu, yang berhasil membawa The Tractor Boys meraih dua promosi beruntun, memutuskan untuk mengambil jeda dari dunia sepak bola, sekaligus menepis rumor kepindahannya ke Fulham yang sempat santer diberitakan.
Kepergian mengejutkan setelah sukses promosi
Keputusan McKenna untuk mundur dari kursi pelatih kepala Ipswich Town hanya beberapa minggu setelah memastikan promosi ke Premier League mengejutkan banyak pihak di Portman Road. Meski klub tengah mengalami perkembangan pesat di bawah kepemimpinannya, pelatih muda yang dikenal memiliki strategi tajam itu merasa waktunya bersama The Tractor Boys telah sampai pada akhir yang alami.
Pengumuman ini datang tidak lama setelah muncul kabar tentang kemungkinan kepindahannya ke Fulham. Dengan Marco Silva meninggalkan Craven Cottage untuk melatih Benfica menggantikan Jose Mourinho, nama McKenna sempat masuk dalam daftar kandidat utama. Namun, langkah tersebut tampaknya tidak akan terjadi, karena pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa McKenna telah "memutuskan untuk mengambil waktu jeda dari dunia manajemen sepak bola".
Penjelasan McKenna tentang keputusan mundur
Dalam pernyataan yang penuh emosi, McKenna menjelaskan alasan di balik keputusannya, menegaskan bahwa keputusan ini tidak dibuat dengan mudah. Sejak mengambil alih tim pada 16 Desember 2021 ketika Ipswich masih bermain di League One, ia sukses membawa klub naik ke Championship pada akhir musim 2022–23. Namun, setelah perjuangan berat musim ini untuk kembali ke Premier League, ia merasa perlu memberi prioritas pada kehidupan pribadinya sebelum menentukan langkah profesional berikutnya di dunia kepelatihan.
“Dengan perasaan campur aduk antara rasa syukur, kebanggaan, kesedihan, dan kepuasan, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kehormatan menjadi manajer klub sepak bola bersejarah ini. Ketika memiliki hubungan seerat yang telah kami bangun di klub ini, tidak pernah ada waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal. Namun, setelah meraih promosi kedua ke Premier League musim lalu, dengan hari terakhir yang luar biasa di stadion kami, dan setelah refleksi selama beberapa minggu terakhir, saya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk saya mundur,” ujar McKenna.
Meninggalkan warisan di Portman Road
Masa kepemimpinan McKenna di Ipswich akan dikenang sebagai salah satu periode paling sukses dalam sejarah modern klub. Mengambil alih tim yang sempat kehilangan jati diri di divisi bawah, ia meninggalkan skuad yang siap bersaing di kasta tertinggi, sesuatu yang ia akui dengan penuh kebanggaan. Catatan bersejarahnya semakin diperkuat ketika McKenna dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Championship musim 2023–24, setelah Ipswich finis di posisi kedua dan memastikan promosi ke Premier League untuk pertama kalinya sejak 2002. Dengan pencapaian tersebut, Ipswich menjadi klub pertama sejak Southampton pada 2012 yang meraih promosi beruntun dari League One ke Premier League.
Menyoroti masa kepemimpinannya, McKenna menambahkan: “Saya meninggalkan klub ini dengan rasa bangga atas kemajuan luar biasa yang telah kami capai serta dengan harapan dan optimisme besar terhadap masa depan klub. Menjadi pelatih klub ini merupakan sebuah kehormatan besar. Dalam lima musim terakhir, kami telah melalui perjalanan yang luar biasa, membawa begitu banyak pengalaman terbaik dalam kehidupan profesional dan pribadi saya.”
Keluarga menjadi prioritas sebelum langkah berikutnya
Meskipun rumor mengenai Fulham masih beredar, McKenna menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah beristirahat dari tekanan berat dunia kepelatihan. Meskipun Ipswich sempat terdegradasi dari Premier League pada musim 2024–25 di bawah arahannya, ia menunjukkan ketangguhannya dengan membawa tim kembali naik ke Premier League setelah finis di posisi kedua Championship pada musim 2025–26.
“Setelah memberikan begitu banyak tenaga dan waktu selama lima musim terakhir, kini saya menantikan waktu untuk beristirahat dari dunia manajemen dan mendedikasikan waktu bagi keluarga saya, yang selalu mendukung setiap langkah karier saya hingga saat ini,” tutup McKenna.