TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CAWANG – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Region Timur yang meliputi PLN UP3 Ciracas, PLN UP3 Pondok Kopi, PLN UP3 Pondok Gede, PLN UP3 Jatinegara, PLN UP3 Cempaka Putih dan PLN UP3 Kramat Jati menggelar Multi Stakeholder Forum (MSF) 2026.
Forum bertajuk "Smart Energy, Smart Living: Integrasi Infrastruktur Masa Depan Jakarta Timur" ini berlangsung di Ballroom Swiss-Belinn Cawang, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).
Pada forum tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) DKI Jakarta Edi Firmansyah, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Nirwono Joga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi, serta Senior Officer Account Manager Properti PLN Icon Plus Budi Setiawan yang memaparkan materi seputar Smart Energy, Smart Living: Integrasi Infrastruktur Masa Depan Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para pelaku usaha dan pengembang properti yang beroperasi di Jakarta Timur dan sekitarnya.
Manager PLN UP3 Ciracas Feri Asmoro Hermanto mewakili PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Region Timur mengatakan, Multi Stakeholder Forum (MSF) 2026 menjadi wadah diskusi dan kolaborasi untuk mendukung pembangunan Jakarta Timur yang semakin modern, terintegrasi, dan berkelanjutan melalui penyediaan energi yang andal serta pengembangan kawasan hunian dan infrastruktur perkotaan yang cerdas.
Menurut Feri, pesatnya perkembangan Jakarta Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru, baik di sektor industri, pendidikan, maupun transportasi, membutuhkan dukungan sistem kelistrikan yang semakin andal dan terintegrasi.
“PLN yang bergerak di sektor ketenagalistrikan pastinya adalah tulang punggung atau sudah menjadi suatu kebutuhan paling dasar yang menggerakkan aktivitas masyarakat dan ekonomi, serta menggerakkan kota Jakarta Timur sebagai kota cerdas Smart City," ungkapnya.
Karena itu, lanjut Feri, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkualitas, sekaligus ramah lingkungan guna mendukung transisi energi yang lebih bersih dan efisien.
"PLN tentunya berkomitmen penuh untuk menghadirkan pasokan listrik yang tidak hanya handal, tidak hanya berkualitas, tapi kami juga harus ramah terhadap lingkungan untuk mendukung yang namanya transisi energi yang lebih bersih dan lebih efisien," ujar Feri.
Ia menambahkan, PLN terus memperkuat transformasi melalui digitalisasi layanan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, pemanfaatan energi baru terbarukan, hingga integrasi infrastruktur kelistrikan dengan teknologi informasi dan komunikasi terkini.
Namun demikian, Feri menegaskan bahwa mewujudkan konsep smart energy dan smart living tidak dapat dilakukan oleh PLN sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pengembang kawasan, penyedia teknologi, serta masyarakat.
“Tantangan pembangunan ke depan memerlukan kolaborasi yang erat dan harmonis. Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai gagasan, masukan, dan peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat daya saing wilayah, serta menciptakan kualitas hidup masyarakat Jakarta Timur yang lebih nyaman, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, PLN juga meluncurkan Program Promo Gebyar DKI dalam rangka peringatan HUT DKI Jakarta ke-499.
Program tersebut memberikan diskon 50 persen biaya tambah daya listrik melalui aplikasi PLN Mobile dengan kode promo HUTDKI499, yang berlaku hingga 23 Juli 2026 untuk seluruh golongan tarif pelanggan di wilayah Jakarta Raya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi menyambut baik terselenggaranya forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas masa depan pembangunan Jakarta Timur.
Menurut Fauzi, Jakarta Timur memiliki potensi besar sebagai kawasan investasi dan pengembangan hunian karena wilayahnya yang luas serta didukung berbagai proyek infrastruktur strategis dan integrasi transportasi massal.
"Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan kawasan hunian dan investasi. Namun pembangunan tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, transportasi, dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tantangan perkotaan saat ini tidak hanya terkait penyediaan hunian, tetapi juga pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah dan emisi yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
Karena itu, konsep smart living yang diusung dalam forum ini dinilai sangat relevan untuk mendorong lahirnya kawasan hunian yang tidak hanya nyaman dihuni saat ini, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan generasi mendatang.
“Harapan kami, forum ini melahirkan ide-ide dan kolaborasi yang dapat menjadikan Jakarta Timur sebagai kawasan yang semakin menarik untuk dihuni dan berinvestasi, didukung infrastruktur yang terintegrasi, layanan publik yang baik, serta lingkungan yang berkelanjutan,” kata Fauzi.
Di sisi lain, Ketua DPD APERSI DKI Jakarta Edi Firmansyah menilai Multi Stakeholder Forum (MSF) 2026 menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara PLN dan para pemangku kepentingan, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, hubungan yang baik antara pengembang dan PLN akan berdampak positif terhadap percepatan pembangunan kawasan perumahan yang berkualitas bagi masyarakat.
"Kami berharap melalui kegiatan ini kerja sama yang terjalin dengan PLN semakin baik dan setiap persoalan yang muncul dapat dikomunikasikan dengan lebih mudah. Itu yang terpenting. Acara seperti ini sangat bagus," katanya.
Edi menjelaskan, APERSI DKI Jakarta saat ini memiliki sekitar 390 anggota pengembang yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Para anggota tersebut secara aktif membangun ribuan unit rumah dan kawasan hunian yang menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan wilayah perkotaan.
Karena itu, keberadaan infrastruktur kelistrikan yang andal menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan sektor perumahan dan permukiman.
"APERSI memiliki hampir 390 pengembang anggota yang tersebar di berbagai wilayah. Kami membangun rumah dan kawasan hunian dalam jumlah yang besar. Karena itu, program dan layanan PLN sangat signifikan bagi kegiatan pembangunan yang kami lakukan," ujarnya.
Lebih lanjut, Edi berharap PLN terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan teknologi yang semakin modern tanpa mengabaikan aspek keterjangkauan bagi masyarakat dan dunia usaha.
"Kami berharap PLN semakin berkualitas, semakin maju teknologinya, semakin canggih, namun tetap memberikan layanan yang terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.
Ia juga menilai komunikasi dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara APERSI dan PLN sudah berjalan dengan baik.
Meski berbagai tantangan dan persoalan akan terus muncul seiring dinamika pembangunan, Edi meyakini hal tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka.
"Kolaborasi dengan PLN sangat bagus. PLN sangat terbuka dan transparan. Memang persoalan tidak pernah selesai dan selalu ada, tetapi itu merupakan bagian dari dinamika. Yang penting komunikasi kami dengan PLN selama ini berjalan cukup baik," pungkasnya.