MBG di SDN 1 Mentawa Sambas Terhenti Tiga Hari, Ratusan Siswa Kembali Bawa Bekal dari Rumah
Dhita Mutiasari June 11, 2026 11:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS -- Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Mentawa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terhenti selama tiga hari terakhir.

Sejak Selasa, 9 Juni 2026, ratusan siswa tidak lagi menerima makanan dari program tersebut karena dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah tersebut menghentikan sementara pengantaran makanan.

• Dapur SPPG dan Mitra Sudah Siap, Siswa SMAN 1 Sambas Segera Terima MBG

Distribusi MBG Terhenti Sejak 9 Juni

Menurutnya, penghentian distribusi tersebut sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

"Iya, sudah tiga hari, yaitu sejak Selasa, Rabu, dan Kamis," ujarnya.

Siswa Kembali Mengandalkan Bekal dari Rumah

Selama distribusi MBG dihentikan, para siswa kembali mengandalkan bekal makanan yang dibawa dari rumah.

Selain itu, kantin sekolah tetap beroperasi sehingga siswa masih memiliki akses untuk membeli makanan dan minuman selama jam sekolah.

Iskandar menilai kondisi tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas belajar mengajar.

Sebab, sebelum adanya program MBG, para siswa sudah terbiasa membawa bekal dari rumah.

"Selama tiga hari MBG tidak berjalan, kegiatan anak-anak tetap berlangsung seperti biasa. Di sekolah kami ada kantin, dan anak-anak juga tetap membawa bekal dari rumah seperti sebelumnya," jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar siswa juga membawa botol minum sendiri sehingga kebutuhan konsumsi selama berada di sekolah tetap dapat terpenuhi.

"Mereka membawa air minum dan makanan sendiri. Jadi, meskipun MBG tidak tersedia sementara waktu, sebenarnya tidak menjadi masalah yang berarti bagi mereka," katanya.

Tidak Ada Keluhan dari Siswa

Pihak sekolah memastikan tidak ada keluhan maupun keresahan dari siswa terkait penghentian sementara program MBG tersebut. Aktivitas belajar tetap berlangsung normal seperti hari-hari sebelumnya.

"Anak-anak juga tidak sampai kebingungan mencari makanan ke sana-sini. Mereka tetap menjalani aktivitas seperti biasa," tegas Iskandar.

Saat ditanya apakah siswa mempertanyakan terhentinya program MBG, ia mengatakan tidak ada respons khusus dari para siswa.

"Tidak. Mereka tetap seperti biasa," ungkapnya.

Sekolah Rutin Sampaikan Informasi kepada Orang Tua

Iskandar menjelaskan, setiap informasi yang berkaitan dengan program MBG selalu disampaikan kepada siswa dan orang tua melalui grup kelas masing-masing.

Karena itu, pihak sekolah berupaya memastikan seluruh warga sekolah mengetahui kondisi yang sedang terjadi.

"Iya, tentu. Setiap ada informasi, kami selalu menyampaikannya melalui masing-masing grup kelas. Selama ini sebenarnya program MBG tidak pernah mengalami kendala yang berarti. Baru kali ini saja terjadi penghentian sementara seperti ini," ujarnya.

Pertama Kali Terjadi Sejak Program Diluncurkan

SDN 1 Mentawa merupakan salah satu sekolah pertama di Kabupaten Sambas yang menerima program MBG saat peluncuran perdana. Selama program berjalan, sekolah mengaku belum pernah mengalami kendala distribusi seperti yang terjadi saat ini.

"Kami termasuk sekolah yang pertama kali menerima MBG saat peluncuran program. Sejak awal berjalan, tidak ada masalah maupun kendala," katanya.

Ia berharap proses penyesuaian operasional di SPPG dapat segera diselesaikan sehingga distribusi MBG kembali berjalan normal dan seluruh sekolah penerima manfaat dapat kembali mendapatkan layanan tersebut.

"Harapan saya untuk pihak SPPG, tetap semangat dan sabar dalam menghadapi situasi ini. Mudah-mudahan ke depannya program dapat berjalan kembali dengan baik dan sesuai harapan seluruh sekolah yang menerima manfaat program tersebut," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.