Rincian Kekayaan Nanik S Deyang, Agustina, dan Mayjen Trenggono di Badan Gizi Nasional
Evan Saputra June 11, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM - Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi mengemban mandat besar dari Presiden Prabowo Subianto.

Mengelola anggaran raksasa untuk program pangan nasional, laporan kekayaan terbaru para pejabat ini mulai dari aset tanah berderet di Depok hingga total harta menyentuh Rp16 miliar langsung memantik perhatian.

Ketiga pempimpin BGN di antaranya Nanik S Deyang sebagai kepala, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Baca juga: Daftar 26 Orang di Kasus Korupsi MBG, Ada Nama Nanik S Deyang, Elza Syarief: Sudah Disebut

Berikut ini rincian Kekayaan tiga pimpinan BGN

Harta Kekayaan Nanik

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 17 Januari 2025, Nanik tercatat memiliki nilai total harta kekayaan Nanik mencapai Rp 6.303.290.605.

Aset terbesar Nanik adalah properti yang berasal dari tanah dan bangunan dengan total nilai Rp 5,402 miliar.

Berikut rincian harta properti Nanik S Deyang:

Tanah dan bangunan seluas 105 meter persegi/80 meter persegi di Bekasi senilai Rp 700 juta.

Tanah dan bangunan seluas 237 meter persegi/320 meter persegi di Depok senilai Rp 1,5 miliar.

Tanah dan bangunan seluas 199 meter persegi/300 meter persegi di Depok senilai Rp 1,2 miliar.

Tanah dan bangunan seluas 102 meter persegi/306 meter persegi di Depok senilai Rp 700 juta.

Tanah dan bangunan seluas 219 meter persegi/400 meter persegi di Depok senilai Rp 328,5 juta.

Tanah dan bangunan seluas 140 meter persegi/200 meter persegi di Depok senilai Rp 210 juta.

Tanah dan bangunan seluas 400 meter persegi/800 meter persegi di Depok senilai Rp 600 juta.

Tanah dan bangunan seluas 109 meter persegi/204 meter persegi di Depok senilai Rp 163,5 juta.

Selain properti, Nanik juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp 705 juta.

Rinciannya sebagai berikut:

BMW 520I CKD A/T tahun 2014 senilai Rp 460 juta.

Toyota Avanza 1300 G tahun 2007 senilai Rp 65 juta.

Toyota Fortuner 2.7 Lux A/T tahun 2013 senilai Rp 180 juta.

Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki Nanik tercatat sebesar Rp 196.290.605.

Dalam laporan tersebut tidak tercantum harta bergerak lainnya, surat berharga, maupun harta lainnya.

Dengan demikian, total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp 6.303.290.605.

Agustina Arumsari Fokus Perkuat Transparansi dan Pengawasan
Salah satu wakil kepala yang dilantik adalah Agustina Arumsari. Ia dikenal sebagai teknokrat yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pengawasan keuangan negara.

Sebelum masuk ke jajaran pimpinan BGN, Agustina menjabat sebagai Deputi Kepala Bidang Investigasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pengalaman tersebut dinilai penting mengingat Badan Gizi Nasional mengelola anggaran besar untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Kehadiran Agustina diharapkan mampu memperkuat aspek akuntabilitas, transparansi, dan pengawasan agar penggunaan anggaran berjalan efektif serta terhindar dari potensi penyimpangan.

Harta Kekayaan Agustina

Berdasarkan yang dihimpun Tribunsumsel.com data e-LHKPN KPK, Agustina Arumsari memiliki total kekayaan sebesar Rp16.162.543.722. Laporan harta kekayaan tersebut tercatat per 11 Maret 2026.

Berikut rincian aset yang dimiliki:

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp8.182.431.000

Tanah dan Bangunan Seluas 300 m2/180 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp2.006.640.000

Tanah dan Bangunan Seluas 1 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp825.791.000

Tanah dan Bangunan Seluas 150 m2/217 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp5.350.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp125.000.000

MOBIL, TOYOTA AGYA 1.2 G A/T Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp125.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp2.100.331.264

D. SURAT BERHARGA Rp1.500.000.000

E. KAS DAN SETARA KAS Rp6.004.597.426

F. HARTA LAINNYA Rp----

Subtotal: Rp17.912.359.690

III. UTANG: Rp1.749.815.968

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III): Rp16.162.543.722

Mayjen TNI Trenggono Kawal Distribusi Pangan Nasional
Pejabat lain yang mendapat amanah baru adalah Mayjen TNI Trenggono.

Perwira tinggi TNI aktif tersebut memiliki pengalaman dalam bidang logistik dan manajemen rantai pasok skala besar.

Keahlian tersebut dinilai relevan dengan tantangan utama Badan Gizi Nasional, yakni memastikan distribusi bahan pangan dan makanan bergizi dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan sulit diakses.

Kehadiran unsur TNI di jajaran pimpinan BGN juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi distribusi, mempercepat penanganan kendala lapangan, serta menjaga kelancaran pasokan untuk mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis.

Harta Kekayaan Trenggono

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Trenggono tercatat memiliki total harta sebesar Rp1,2 miliar.

Ia terakhir kali melaporkan rincian hartanya di LHKPN KPK pada 3 Februari 2025.

Sumber harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp750 juta.

Lalu disusul dari harta alat transportasi dan mesin dan kas. Ia juga memiliki utang senilai Rp146 juta.

Jabatan Wamen Imipas Masih Kosong

Di sisi lain, pemerintah belum berencana mengisi posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang saat ini kosong.

Posisi tersebut ditinggalkan setelah Presiden Prabowo mencopot Silmy Karim dari jabatannya menyusul kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya.

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan kekosongan jabatan tersebut tidak akan mengganggu kinerja kementerian.

Menurutnya, operasional dan pelayanan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tetap berjalan normal meski tanpa kehadiran seorang wakil menteri untuk sementara waktu.

Alasan Pelantikan Tidak Langsung Dilakukan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pelantikan tidak langsung dilakukan setelah keputusan pengangkatan diterbitkan karena Presiden menginginkan pimpinan baru BGN fokus lebih dulu pada proses pembenahan internal.

"Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” kata Prasetyo.

Meski pelantikan baru dilakukan belakangan, Prasetyo menegaskan ketiga pejabat tersebut sebenarnya telah sah menjabat sejak keputusan presiden ditetapkan.

"Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu," katanya.

Nanik S. Deyang Jadi Nahkoda Baru BGN

Nanik S. Deyang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana.

Sebelum menjabat kepala, Nanik telah mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan.

Menurut Prasetyo, pengalaman Nanik di lingkungan internal lembaga menjadi salah satu alasan utama penunjukan tersebut.

"Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," katanya.

Nanik dikenal memiliki latar belakang sebagai jurnalis dan selama ini menjadi salah satu figur yang dipercaya untuk mendukung berbagai agenda pemerintahan.

Pengalaman komunikasi publik yang dimilikinya dinilai menjadi modal penting dalam mengawal program-program nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Prasetyo juga menilai karakter Nanik yang teliti dan disiplin sangat dibutuhkan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai target.

"Jadi itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ujarnya.

(Tribunnews/Kompas/Bangkapos.com/tribunsumsel)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.