Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura tengah mematangkan persiapan iven pariwisata nasional kebanggaan Papua, Festival Danau Sentani (FDS) 2026.
Langkah ini diawali dengan audiensi langsung antara Bupati Jayapura, Yunus Wonda, bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Kantor Pusat Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, awal pekan ini.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Bupati Yunus Wonda yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Elisa Yarusabra, Konsultan Pariwisata Agus Jerri S. Aronggear, serta Kabag Humas dan Protokol Michael Yewi, memaparkan langsung master plan pengembangan Wisata Bahari Khalkote di Distrik Sentani Timur.
Rombongan dari Bumi Kenambai Umbai ini diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ernawati, beserta jajaran Asisten Deputi yang membidangi pengembangan event daerah.
Baca juga: Menyongsong Festival Danau Sentani 2026, Pembenahan Infrastruktur Jadi Prioritas
Di hadapan Wamenparekraf, Bupati Yunus Wonda memaparkan visi besar pariwisata Jayapura yang mengusung semangat “Kasih Mempersatukan Perbedaan, Mewujudkan Jayapura yang Aman, Nyaman, Mandiri, dan Berkeadilan.”
Yunus juga blak-blakan mengungkapkan alasan mengapa Festival Danau Sentani tidak diselenggarakan pada tahun 2025 lalu.
Menurutnya, tahun lalu bertepatan dengan masa awal kepemimpinannya yang baru dilantik.
Oleh karena itu, pemerintah daerah memilih fokus melakukan pembenahan internal dan persiapan yang jauh lebih matang.
"Kami belajar dari penyelenggaraan Festival Danau Sentani selama beberapa tahun terakhir. Setelah event selesai, aktivitas di lokasi juga berhenti," ujar Yunus Wonda dalam siaran pers diterima Tribun-Papua.com, Kamis (11/6/2026).
"Tahun ini kami ingin mengubah pola itu dengan membangun kawasan festival menjadi pusat kegiatan ekonomi dan wisata yang berkelanjutan," imbuhnya.
Ubah Khalkote Jadi Pusat UMKM Permanen
Lewat konsep baru ini, kawasan Festival Danau Sentani kini tengah ditata ulang untuk dijadikan lokasi permanen.
Tempat ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat kuliner khas Papua, sentra UMKM, sekaligus wadah berbagai kegiatan budaya sepanjang tahun.
Tak main-main, FDS 2026 juga akan menjadi ajang persatuan bagi wilayah lain di Papua.
Pemkab Jayapura menggandeng kabupaten tetangga seperti Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom untuk membuka stan UMKM.
Bahkan, sejumlah kabupaten dari wilayah Papua Pegunungan sudah menyatakan minatnya untuk ikut ambil bagian.
Untuk jadwalnya, rangkaian pra-event FDS akan dimulai pada minggu ketiga Juli 2026 dengan melibatkan seluruh distrik.
Sementara itu, puncak Festival Danau Sentani 2026 direncanakan berlangsung pada 3 hingga 5 Agustus 2026.
Menariknya, jadwal FDS tahun ini sengaja diselaraskan dengan pelaksanaan Festival Lembah Baliem di Wamena.
“Kami ingin wisatawan yang datang ke Sentani dapat melanjutkan perjalanan ke Wamena. Dengan demikian, kunjungan wisata tidak terputus hanya pada satu event, tetapi menjadi rangkaian destinasi wisata Papua yang saling terhubung,” papar Yunus.
Selain FDS, Bupati turut mempromosikan destinasi unggulan lain seperti kawasan wisata Tanah Merah dan potensi bahari di Distrik Depapre, sekaligus melayangkan undangan resmi agar Menteri Pariwisata bisa hadir membuka acara.
Respons dan Catatan Khusus dari Wamenparekraf
Mendengar paparan komprehensif tersebut, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ernawati, memberikan apresiasi tinggi dan menyatakan kesiapan kementerian untuk memberikan dukungan penuh.
“Kami mendukung penyelenggaraan Festival Danau Sentani. Saya sangat mengapresiasi konsep yang disampaikan Bapak Bupati, yaitu menjadikan kawasan festival tetap hidup dan produktif setelah event selesai,” kata Ni Luh.
Menurut Ni Luh, Kawasan Khalkote memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan kawasan pariwisata terintegrasi yang menggabungkan atraksi budaya, pengelolaan lingkungan, dan edukasi masyarakat.
Kendati demikian, Wamenparekraf memberikan catatan penting kepada Pemkab Jayapura, terutama mengenai pengelolaan sampah selama festival berlangsung demi kenyamanan pengunjung.
Ia juga mendorong adanya kolaborasi dengan pihak swasta untuk menghadirkan wahana wisata air.
Di akhir pertemuan, Ni Luh menegaskan Kemenpar siap mengguyur dukungan promosi melalui kanal nasional dan internasional milik pemerintah.
“Kami terbuka untuk membantu promosi event dan destinasi wisata Kabupaten Jayapura melalui platform Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia. Yang terpenting adalah komunikasi aktif antara pemda dan kementerian,” pungkasnya. (*)