TRIBUN-PAPUA.COM - Demam Piala Dunia 2026 melanda banyak wilayah di Tanah Papua.
Hal itu tentu tak mengherankan mengingat antusiasme masyarakat Papua terhadap olahraga sepak bola yang dikenal sangat tinggi.
Euforia pesta sepak bola dunia itu diekspresikan warga dengan berbagai cara.
Mulai dari membeli pernak-pernaik Piala Dunia, melakukan konvoi, hingga menyulap taman dengan nuansa tim jagoan.
Baca juga: Warna-Warni Bendera Negara Peserta Piala Dunia Hiasi Lapak di Abepura
Dirangkum Tribun-Papua.com, berikut deretan euforia Piala Dunia 2026 di sejumlah wilayah di Tanah Papua:
1. Ramai-ramai Beli Jersey Tim Favorit
Penjualan jersey tim nasional negara peserta Piala Dunia 2026 mengalami peningkatan tajam di sejumlah wilayah di Papua.
Warga ramai-ramai membeli jersey tim favorit mereka sebagai bentuk dukungan.
Di Kota Jayapura, Papua, sejumlah pedagang sudah mulai berjualan pernak-pernik Piala Dunia sejak Mei 2026.
Di Mimika, Papua Tengah, seorang pedagang jersey bernama Yohana Isir mengaku bisa mengantongi omzet hingga jutaan rupiah.
"Pembeli yang datang ke sini biasanya mencari kualitas bahan yang bagus, meskipun harganya lebih mahal. Dalam sehari, omzet penjualan bisa mencapai Rp 2 juta," bebernya, Kamis (4/6/2026), seperti dilansir TribunPapuaTengah.com
Di Nabire, Papua Tengah, pedagang jersey dan pernak-pernik Piala Dunia juga menjamur di sejumlah area.
Jersey milik tim-tim besar seperti Argentina, Prancis, Belanda, Brasil, Inggris, Jerman, Portugal, Senegal banyak diburu fans lokal.
Di Fakfak, Papua Barat, stok jersey milik pedagang terjual habis dengan cepat berkat tingginya antusiasme warga.
Seorang pemilik toko bernama Intan di Fakfak mengaku puluhan lusin jersey yang didatangkan dari Jakarta telah ludes diserbu pembeli.
“Harapannya jualan kami bisa laris manis sampai Piala Dunia selesai. Kami pedagang harus memanfaatkan momen ini,” katanya, Jumat (5/6/2026), seperti dilansir TribunPapuaBarat.com.
Baca juga: Hargai Waktu Ibadah, Fans Brasil di Nabire Liburkan Nobar Piala Dunia 2026 Setiap Hari Minggu
2. Konvoi
Euforia Piala Dunia 2026 juga makin terasa dengan adanya konvoi di sejumlah wilayah di Papua.
Ribuan penggemar sepak bola yang tergabung dari 11 kelompok fans negara peserta menggelar konvoi bersama di Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (10/6/2026).
Mereka datang mengenakan atribut kebesaran timnas jagoan masing-masing, mulai dari bendera berukuran raksasa, jersey kebanggaan, hingga terompet.
Di hari yang sama, konvoi pendukung tim peserta Piala Dunia 2026 juga terjadi di Biak Numfor, Papua, serta Teluk Bintuni dan Fakfak, Papua Barat.
Adapun rute konvoi akbar ini dimulai dari Pantai Nabire menuju kawasan Samabusa, kemudian berlanjut ke Bumi Wonorejo, Kalibobo, dan kembali finis di titik awal yakni Pantai Nabire.
Di Sorong, Papua Barat Daya, ratusan fans timnas Prancis memadati jalan Yos Sudarso untuk menggelar konvoi akbar, Minggu (7/6/2026).
Di Kota Jayapura, Papua, ratusan pendukun timnas Belanda yang tergabung dalam komunitas Papua Voor Holland menggelar aksi konvoi kendaraan pada Selasa (3/6/2026).
Baca juga: Nabire Bergetar! Ribuan Fans dari 11 Negara Gelar Konvoi Akbar Sambut Piala Dunia 2026
3. Pemasangan Bendera Tim Favorit di Rumah
Dilansir TribunPapuaBarat.com, sejumlah warga di manokwari terlihat mengibarkan bendera tim jagoan mereka di halaman rumah mereka di Manokwari, Papua Barat.
Ukuran bendera pun beragam, mulai dari kecil sekitar 50 sentimeter, sedang 100 sentimeter, hingga bendera besar yang membentang mencolok di depan rumah warga.
Dari 48 tim yang akan berlaga, bendera Brasil, Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Portugal, Spanyol, Italia, dan Senegal tampak paling banyak menghiasi lingkungan warga.
Tradisi pemasangan bendera ini menjadi penanda tingginya antusiasme masyarakat Manokwari dalam menyambut pesta sepak bola dunia.
4. Sulap Taman dengan Nuansa Tim Favorit
Di Nabire, sekolompok warga secara swadaya mengubah kawasan Pantai Nabire menjadi replika taman bernuansa khas negara Belanda.
Dikutip dari Tribun-PapuaTengah.com, para penggemar sepakbola yang tergabung dalam Komunitas Fans Timnas Belanda mengecat seluruh dinding area pantai dengan warna oranye menyala.
Penyelenggara juga memasang miniatur kincir angin, bendera, serta umbul-umbul.
Baca juga: Dari Papua Tengah untuk Piala Dunia 2026, Warga Sulap Pantai Nabire Jadi Taman Belanda
5. Agenda Nobar
Agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 juga telah banyak direncanakan di sejumlah daerah.
Dilansir Tribun-PapuaTengah.com, Pemerintah Kabupaten Nabire bahkan berencana menggelar agenda nobar menggunakan mobil videotron.
Jadwal nobar akan dibagi ke beberapa titik, mulai dari wilayah Nabire Timur pusat kota, Nabire Barat, hingga Wanggar.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Tengah juga berencana menggelar nobar Piala Dunia 2026 yang akan dipusatkan di Kota Nabire.
Agenda nobar Piala Dunia 2026 juga direncanakan oleh Ketua Persipura Mania Nabire, Vicky Tebay. (*)