Seaplane Asia Pilih Banyuwangi jadi Wisata Udara Premium, Pertama di Indonesia
Haorrahman June 11, 2026 11:55 AM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Banyuwangi kembali menarik perhatian pelaku industri pariwisata nasional. Kali ini, perusahaan penerbangan amfibi Santai Seaplane memilih daerah di ujung timur Pulau Jawa tersebut sebagai basis operasional pertamanya di Indonesia untuk mengembangkan layanan wisata udara premium.

Santai Seaplane merupakan maskapai penerbangan pesawat amfibi yang berada di bawah naungan Seaplane Asia. Perusahaan ini menghadirkan layanan penerbangan charter dan wisata udara yang menawarkan pengalaman menikmati panorama alam dari ketinggian, sekaligus membuka akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Baca juga: Bertemu Ipuk, Maskapai Aman Air Siap Buka Penerbangan Seaplane Bali–Banyuwangi Awal 2026

CEO Seaplane Asia, Denis Keller, mengatakan Banyuwangi dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Bali. Lokasi tersebut dinilai memberikan peluang besar untuk memperluas konektivitas pariwisata di berbagai wilayah Indonesia.

“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” ujar Denis saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Hadiri Pelantikan Taruna API Banyuwangi, Wabup Dorong Jadi Pelopor Seaplane Indonesia

Selain faktor geografis, Banyuwangi juga dinilai memiliki ekosistem pariwisata yang lengkap. Daerah ini tidak hanya dikenal dengan destinasi alam berkelas internasional, tetapi juga memiliki kekayaan budaya serta fasilitas pendukung wisata yang terus berkembang.

Menurut Denis, kondisi tersebut memungkinkan pengembangan jaringan penerbangan wisata dari Banyuwangi ke berbagai destinasi di kawasan barat maupun timur Indonesia.

Menawarkan Pengalaman Wisata Udara Premium
Santai Seaplane mengusung konsep wisata udara yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang menjadi bagian dari daya tarik wisata itu sendiri.

Baca juga: Sesuai Arahan Kemendagri, Pilkades 2027 di Banyuwangi Bakal Terapkan E-Voting 

“Jadi konsep kami seaplane bukan sekedar alat transportasi, tapi justru pengalaman selama penerbangannya menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” kata Denis.

Selain melayani wisata premium, pesawat amfibi yang dioperasikan juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti evakuasi medis dan pengiriman kargo.

“Pesawat ini sangat mudah untuk dikonfigurasi, lebih aman, nyaman, cepat, serta lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Baca juga: Sekolah Rakyat Banyuwangi Berstandar Internasional Hampir Rampung, Progres Sudah 75 Persen

Beroperasi Juli 2026

CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, menjelaskan perusahaan menargetkan mulai beroperasi di Banyuwangi pada Juli 2026. Saat ini, Santai Seaplane telah membuka home base di Bandara Banyuwangi.

Pada tahap awal, perusahaan menargetkan tiga unit pesawat beroperasi hingga akhir tahun. Armada yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibi, jenis pesawat yang dikenal memiliki standar keselamatan tinggi dan kenyamanan yang baik untuk penerbangan wisata.

“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami melampaui model penerbangan konvensional dan menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang sekaligus terpencil dan memiliki nilai ekologis tinggi. Tujuan kami adalah membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan, dengan bekerja sama erat bersama pemerintah, otoritas terkait, masyarakat lokal, dan mitra industri perhotelan," ujar Wirmandi.

Untuk sistem pemesanan, Santai Seaplane akan menerapkan dua skema layanan. Beberapa rute akan menggunakan sistem pemesanan per kursi (by the seat), sehingga wisatawan dapat membeli satu kursi tanpa harus menyewa seluruh pesawat. Sementara rute lainnya akan tersedia dalam bentuk penerbangan charter atau sewaan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kehadiran Santai Seaplane di daerahnya. Menurutnya, layanan wisata udara premium tersebut dapat memperluas akses wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing Banyuwangi di pasar pariwisata internasional.

“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan akan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.

Pertemuan tersebut juga dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi Mohammad Holik Muardi serta Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi Capt. Daniel D. Rumani.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.