TRIBUNNEWS.COM - Persiapan Timnas Portugal menuju Piala Dunia 2026 semakin matang dengan kembali meraih kemenangan di sebuah laga uji coba.
Portugal mengoleksi kemenangan saat berhadapan dengan Nigeria pada Kamis (11/6/2026) dengan skor tipis 2-1 di Estadio Dr. Magalhaes Pessoa.
Tim berjuluk Selecao Das Quinas ini menurunkan dua tim berbeda untuk menghadapi Nigeria.
Pelatih Roberto Martinez mengganti seluruh pemain inti yang diturunkan di awal babak ketika fase kedua pertandingan akan dimulai.
Bahkan bintang utama Portugal, Cristiano Ronaldo, tak luput dari rotasi itu.
Ronaldo ditarik keluar di menit ke-65 untuk digantikan Goncalo Ramos.
CR7 memang tak mencatatkan namanya di papan skor pada pertandingan ini.
Baca juga: 5 Negara Favorit Juara Piala Dunia 2026, Skuad Mewah Prancis Kalah dari Spanyol
Namun kehadirannya di atas lapangan tetap memberikan pengaruh besar pada permainan Portugal.
Martinez mengaku sudah memiliki rencana bagi beberapa pemain, termasuk Ronaldo, di pertandingan melawan Nigeria.
Ia berencana hanya memainkan pemain as-nya itu hanya selama 45 hingga 60 menit saja.
"Rencana bagi Ronaldo diambil berdasarkan data yang kami miliki. Kami berencana memainkannya hanya selama 45 atau 60 menit di pertandingan ini," kata Martinez dikutip dari Nassr Zone.
"Kami selalu mengawasi aspek individual dari setiap pemain, tetapi juga memastikan memiliki tim yang kuat untuk mengakhiri pertadingan."
"Itu mencerminkan kerja sama yang baik, fokus, dan kejelasan dalam misi dan rencana yang akan dieksekusi. Kami jauh lebih siap sekarang," sambungnya.
Secara umum, Martinez puas dengan hasil yang didapatkan Portugal dari laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026.
Tak cuma soal skor akhir pertandingan, ia juga menyoroti hal-hal lainnya.
Salah satunya adalah mengambil pendekatan yang dilakukan lawan yang dihadapi kali ini, Nigeria.
Martinez mengaku memerlukan itu lantaran pertandingan Portugal di fase grup Piala Dunia nanti, salah satunya, akan berhadapan dengan tim asal Afrika juga.
Mereka akan berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo yang juga berada di grup K.
Bahkan pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo akan menjadi pertandingan perdana bagi Portugal di turnamen nanti.
Mereka setidaknya bisa mengantisipasi apa yang akan diusung sang lawan lewat pelajaran yang didapatkan dari Nigeria.
"Saya sangat puas. Ada banyak hal positif dari segi performa, kerja keras, dan kesempatan untuk bekerja dengan 26 pemain yang ikut ambil bagian dalam pertandingan-pertandingan tersebut," papar Martinez.
"Kami bermain melawan musuh-musuh yang kuat, bukan tim-tim yang sudah sangat kami kenal sebelumnya."
"Kita bisa melihat tim-tim dari Afrika saat ini memiliki persiapan yang sangat baik dan budaya sepak bola yang berbeda dari sepak bola Eropa."
"Kami akan mengambil banyak pelajaran dari pengalaman tersebut untuk dibawa ke pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo, yang memiliki pemain-pemain dengan karakteristik serupa," paparnya.
Diakui atau tidak, Portugal masih menjadi salah satu kekuatan utama di Piala Dunia 2026 mendatang.
Mereka juga diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara turnamen sepak bola empat tahunan ini.
"Kalau dari pendapat publik itu pasti masih banyak mengarah ke Spanyol, Prancis, dan Portugal juga," kata Wakil Ketua Umum Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi, di Podcast Super Taktik Tribunnews yang tayang pada 31 Mei 2026.
"Portugal sekarang juga masih ada Cristiano Ronaldo, masih bagus juga mainnya."
"Mereka juga menjadi juara (UEFA) Nations League tahun lalu," paparnya.
(Tribunnews.com/Guruh)