Minuman Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Begini Temuan Riset
GH News June 11, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Minuman manis atau bersoda mungkin disukai banyak orang. Namun, asupan minuman ini harus dikurangi, sebab rutin mengonsumsinya bisa berdampak negatif pada tubuh, salah satunya hati.

Dikutip dari laman Medical Xpress, para peneliti menganalisis data pola makan lebih dari 1,5 juta orang dewasa dalam 11 penelitian jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah minuman manis dengan gula tambahan atau yang dimaniskan menggunakan pemanis buatan berhubungan dengan risiko kanker hati.

Para peserta mengisi kuesioner frekuensi makanan dan dipantau melalui registrasi kanker negara bagian atau survei kesehatan selama rata-rata hampir 18 tahun.

Hasilnya, mengonsumsi minuman manis dengan gula tambahan atau sugar-sweetened beverages (SSB) lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko dua subtipe utama kanker hati, karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma intrahepatik. Sebaliknya, minuman dengan pemanis buatan atau artificially sweetened beverages (ASB) tidak terkait dengan kanker hati secara keseluruhan atau dengan salah satu subtipe-nya. Studi ini dipimpin oleh Cocy Watling dari National Cancer Institute dan diterbitkan pada 10 Juni 2026 di JAMA Network Open.

Meski tidak membuktikan bahwa minuman manis bisa menyebabkan kanker hati, para penulis mengatakan, temuan mereka menambah bukti bahwa semakin banyak hubungan antara minuman manis dan dampak buruk pada kesehatan jangka panjang. Sebelumnya, mengonsumsi terlalu banyak gula juga berdampak pada berbagai penyakit.

Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, mengonsumsi terlalu banyak gula sudah dikenal bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Pada penelitian 2023 di BMC Medicine, ada analisis data dari 110.000 orang selama sembilan tahun, hasilnya menunjukkan konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke lebih besar. Semakin banyak asupan gula tambahan, semakin tinggi risikonya.

Kadar gula yang tinggi membebani hati, tempat karbohidrat dari makanan diubah menjadi lemak. Seiring waktu, hal ini bisa menyebabkan penumpukan lemak yang lebih besar, yang bisa berkembang menjadi penyakit hati berlemak, faktor pemicu diabetes, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.