TRIBUNNEWSMAKER.COM - Deretan motor listrik yang disebut-sebut milik Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik setelah terlihat terparkir dalam jumlah besar di kawasan Bogorindo, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kendaraan roda dua tersebut tampak berjajar rapi di area parkir sebuah bangunan.
Menariknya, sebagian besar unit masih tertutup jaring plastik berwarna hitam yang biasa digunakan sebagai pelindung saat penyimpanan atau pengiriman.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan publik mengenai pemanfaatan kendaraan tersebut.
Pasalnya, motor-motor listrik itu belum menunjukkan tanda-tanda digunakan untuk mendukung operasional di lapangan.
Perhatian masyarakat kembali menguat setelah foto dan video yang memperlihatkan ratusan motor listrik tersebut beredar luas di media sosial.
Dalam dokumentasi yang beredar, kendaraan tampak berada di lokasi yang sama dalam kurun waktu cukup lama tanpa aktivitas distribusi maupun penggunaan operasional.
Baca juga: Mengenang Olivia Dewi, Model Meninggal Kecelakaan Nissan Juke, Ternyata Kakak Aktor, Ziarah ke Makam
Padahal, motor listrik tersebut sebelumnya direncanakan menjadi salah satu sarana pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai kegiatan pemenuhan gizi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.
Berdasarkan informasi yang beredar, pengadaan kendaraan tersebut diketahui telah dilakukan sejak tahun 2025.
Motor listrik itu disiapkan untuk menunjang mobilitas petugas dalam menjalankan berbagai program layanan gizi pemerintah.
Selain digunakan untuk mendukung distribusi kebutuhan program, kendaraan tersebut juga direncanakan membantu proses pemantauan dan koordinasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Namun hingga kini, motor-motor listrik tersebut belum terlihat didistribusikan ke daerah-daerah yang menjadi sasaran program.
Sebagian besar unit bahkan masih berada dalam kondisi seperti saat pertama kali disimpan.
"Sebagian unit bahkan masih berada dalam kondisi yang menyerupai penyimpanan jangka panjang, dengan pelindung plastik yang belum dibuka."
Kondisi tersebut memunculkan perhatian publik karena kendaraan yang telah disiapkan sejak tahun lalu itu hingga saat ini belum tampak dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasional program di lapangan.
Sementara itu, keberadaan ratusan motor listrik yang masih tersimpan di lokasi yang sama terus menjadi bahan perbincangan di tengah upaya pemerintah memperluas layanan pemenuhan gizi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca juga: 3 Perusahaan Giorgio Antonio Pacar Sarwendah yang Ngaku CEO, Jual Parfum Lokal, Ada yang Bangkrut
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan aset negara yang telah diadakan untuk menunjang program pemerintah.
Sejumlah pihak menilai kendaraan yang dibiarkan terlalu lama tersimpan berpotensi mengalami penurunan kualitas, terutama pada komponen baterai yang menjadi bagian utama kendaraan listrik.
Sorotan terhadap keberadaan motor listrik tersebut semakin menguat setelah perkembangan terbaru dalam penanganan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus itu menjadi perhatian luas setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang tengah diusut aparat penegak hukum.
Penetapan status tersangka terhadap Dadan membuat publik mulai menelusuri berbagai aspek pengelolaan program yang berada di bawah kewenangan BGN, termasuk pengadaan sejumlah fasilitas pendukung yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan motor listrik yang masih tersimpan di kawasan Sentul tersebut.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan program gizi nasional, pemanfaatan aset yang telah diadakan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk memastikan anggaran negara digunakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kejelasan mengenai status, distribusi, serta penggunaan motor listrik tersebut kini menjadi hal yang ditunggu publik, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dan lembaga yang mengelolanya.
(Tribunnewsmaker.com/WartaKotalive.com)