Klarifikasi Ketua Panitia SPMB SMAN 5 Bengkulu Tak Buka Skor Seperti SMA Lain: Kesepakatan Kepsek
Ricky Jenihansen June 11, 2026 01:40 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM - Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN 5 Kota Bengkulu, Epri Yeni, mengklarifikasi alasan tidak ditampilkannya hasil skoring peserta pada jalur prestasi tahun 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan kepala sekolah dan mengacu pada ketentuan pelaksanaan SPMB.

Epri mengatakan, sekolah tidak memiliki kewenangan untuk mengatur maupun mengubah tampilan hasil seleksi yang muncul dalam sistem penerimaan siswa baru.

Menurutnya, sebelum pengumuman hasil seleksi dilakukan, pihak sekolah telah menggelar rapat internal untuk membahas mekanisme penyampaian hasil kepada masyarakat.

Dari hasil pembahasan tersebut, pengumuman hanya menampilkan nama peserta dan status diterima atau tidak diterima.

“Ketika pengumuman hasil seleksi dilakukan, yang ditampilkan hanya nama peserta dan status diterima atau tidak diterima,” ujar Epri saat ditemui di SMAN 5 Kota Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Ia mengklaim, kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan SPMB.

Proses Seleksi dan Sistem

Selain itu, Epri menyebut proses seleksi berlangsung secara daring dan terintegrasi melalui sistem yang dikelola penyelenggara, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Dalam prosesnya, calon peserta didik mengunggah sendiri sertifikat maupun dokumen pendukung lainnya ke sistem.

Dokumen tersebut kemudian diverifikasi oleh pihak terkait sehingga nilai atau skor peserta dapat berubah sesuai hasil pemeriksaan.

“Calon peserta mengunggah sendiri sertifikat dan dokumen pendukung lainnya ke dalam sistem. Setelah itu dilakukan proses verifikasi sehingga memungkinkan adanya perubahan skor sesuai hasil pemeriksaan dokumen,” jelasnya.

Epri menegaskan seluruh hasil seleksi yang diterima sekolah berasal langsung dari sistem sehingga sekolah tidak memiliki akses untuk melakukan perubahan maupun intervensi terhadap hasil tersebut.

“Hasil yang kami terima berasal dari sistem. Sekolah tidak memiliki akses untuk mengubah ataupun mengatur hasil tersebut,” katanya.

Baca juga: Breaking News: SMAN 5 Bengkulu Digeruduk Puluhan Wali Murid, Minta Skor SPMB 2026 Dibuka Transparan

Pelaksanaan Tes Tahfiz

Ia juga menambahkan pelaksanaan tes tahfiz tidak dikelola langsung oleh sekolah, melainkan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan.

Mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan tes dilakukan melalui aplikasi dan tautan yang telah disiapkan penyelenggara.

“Sekolah tidak memiliki akses terhadap pengelolaan aplikasi maupun proses yang berlangsung di dalam sistem tersebut,” tutup Epri Yeni.

SPMB - Wali Murid yang sedang menunggu dibawah tangga SMAN 5 Kota Bengkulu, menunggu giliran dipanggil Panitia SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu, Selasa (9/6/2026). Orang tua siswa mempertanyakan hasil seleksi jalur prestasi di SMAN 5 Bengkulu yang hanya menampilkan status diterima.
SPMB - Wali Murid yang sedang menunggu dibawah tangga SMAN 5 Kota Bengkulu, menunggu giliran dipanggil Panitia SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu, Selasa (9/6/2026). Orang tua siswa mempertanyakan hasil seleksi jalur prestasi di SMAN 5 Bengkulu yang hanya menampilkan status diterima. (Panji Destama/TribunBengkulu.com/Muhammad Panji Destama Nurhadi)

Klarifikasi Plt Kepsek SMAN 5 

Menanggapi soal itu,Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Kota Bengkulu, Lusi Rafiska, memberikan klarifikasi terkait tidak ditampilkannya skor SPMB 2026 saat pengumuman hasil seleksi.

Menurut Lusi, keputusan tersebut diambil karena keterbatasan waktu serta proses verifikasi data yang masih berlangsung hingga menjelang batas akhir pengumuman.

"Karena waktu sudah sore dan banyak telepon masuk menanyakan mengapa sekolah belum mengumumkan hasil seleksi, kami mengambil kebijakan untuk terlebih dahulu mengumumkan nama-nama peserta yang diterima," kata Lusi saat ditanya Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Ia menjelaskan, proses penilaian dan penyusunan peringkat dilakukan melalui sistem yang memerlukan pengecekan ulang secara manual. 

Sekolah khawatir terjadi kesalahan apabila skor langsung ditampilkan tanpa proses verifikasi yang matang.

"Kami khawatir terjadi kesalahan penampilan data akibat pengambilan data yang kurang tepat. Karena itu, kami mengumumkan hasil penerimaan terlebih dahulu, sementara skor dan peringkat masih diverifikasi kembali," ujarnya.

Lusi menuturkan, sesuai ketentuan, hasil seleksi wajib diumumkan pada hari yang sama. Sementara itu, tim panitia baru menyelesaikan proses menjelang batas waktu pengumuman.

Ia menambahkan, skor peserta sebenarnya telah tersedia dan ditempelkan di lingkungan sekolah setelah dilakukan pengecekan secara manual oleh panitia.

Terkait masa sanggah, SMAN 5 Bengkulu membuka layanan sanggah pada Selasa mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Sebanyak 20 calon murid bersama orang tua datang mengajukan sanggahan dan seluruhnya telah dilayani serta diberikan kesempatan melihat skor masing-masing.

"Dari total sanggahan yang masuk, terdapat 13 sanggahan pada jalur prestasi akademik, lima sanggahan pada jalur prestasi non-akademik, dan dua sanggahan pada jalur afirmasi. Semuanya sudah kami verifikasi langsung," jelasnya.

Lusi mengungkapkan, salah satu kendala dalam proses SPMB tahun ini adalah banyak calon murid yang tidak melakukan verifikasi berkas langsung ke sekolah setelah mendaftar secara daring.

Menurutnya, dari ratusan pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya sekitar 46 calon murid yang menyerahkan dokumen pendukung ke sekolah.

Akibatnya, sekolah kesulitan melakukan pengecekan keabsahan sejumlah dokumen prestasi yang digunakan peserta saat mendaftar.

"Banyak peserta menganggap proses selesai setelah melakukan validasi di dinas dan pendaftaran secara online. Padahal, sekolah membutuhkan dokumen pendukung untuk memastikan keabsahan piagam atau prestasi yang digunakan dalam seleksi," ungkapnya.

Lusi memastikan seluruh sanggahan yang masuk telah ditindaklanjuti. Setelah masa sanggah berakhir, panitia dan dewan guru juga menggelar rapat untuk memverifikasi ulang seluruh laporan serta mengecek kembali data peserta yang menjadi objek sanggahan.

"Seluruh sanggahan sudah kami verifikasi dan kami bahas kembali dalam rapat panitia untuk memastikan proses seleksi berjalan sesuai ketentuan," tutupnya.

Digeruduk Puluhan Wali Murid

Wali murid dengan seragam kantor bersama anaknya yang menggunakan seragam SMP mengunjungi sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu.

Para wali murid dan anaknya diminta menunggu di depan sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu.

Mereka diminta untuk mengambil nomor antrean dari pihak panitia SPMB untuk nanti dipanggil secara bergantian.

Salah satu wali murid yakni Popi mengatakan, dirinya bersama wali murid yang lain meminta transparansi hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi tahun 2026.

Ia bersama wali murid yang lain bertujuan meminta pihak sekolah membuka hasil skoring seluruh peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi, baik akademik maupun nonakademik.

Menurut Popi, berbeda dengan sejumlah SMA lain yang menampilkan hasil skoring peserta secara terbuka, SMA Negeri 5 Bengkulu hanya menampilkan nama peserta dan status diterima atau tidak diterima.

"Di sekolah lain hasil skoring bisa dilihat sehingga kami mengetahui alasan anak tidak lolos karena memang ada peserta lain yang nilainya lebih tinggi. Namun di sini hanya muncul nama dan keterangan diterima," ungkap Popi kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Popi yang masih mengenakan seragam kantor bersama anaknya menunggu di bawah tangga sekolah, mengaku sejumlah wali murid mulai mempertanyakan hasil seleksi setelah melihat ada peserta yang dinyatakan lolos, meskipun berdasarkan data yang mereka miliki nilai skoringnya berada di bawah anak mereka.

Karena itu, para wali murid meminta sekolah mempublikasikan hasil skoring secara lengkap agar proses seleksi dapat diketahui secara terbuka.

"Kami hanya meminta hasil skoring diumumkan. Kami ingin tahu berapa jumlah pendaftar, berapa nilai tertinggi, nilai terendah, berapa yang diterima dan berapa yang tidak diterima," jelasnya.

Sembari menunggu giliran dipanggil ke dalam sekre SPMB SMAN 5 Kota Bengkulu bersama wali murid yang lain, Popi menilai transparansi diperlukan untuk menghindari munculnya kecurigaan di kalangan orang tua siswa atau wali murid.

Ia yang berkumpul dengan wali murid lain ini menilai, sistem penerimaan peserta didik saat ini telah dilakukan secara daring sehingga seharusnya data hasil seleksi dapat ditampilkan kepada publik sebagaimana yang dilakukan sekolah lain.

"Kami hanya meminta SMA Negeri 5 transparan. Jika memang anak saya tidak diterima karena nilainya kalah, saya tidak masalah. Yang penting hasil skoringnya ditampilkan secara terbuka," paparnya.

Popi juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan.

Bahkan, menurutnya, Gubernur Bengkulu juga telah memberikan tanggapan terkait aspirasi para wali murid.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.