Mengingatkan Asap Tebal di Jambi 2015, Mahasiswa Unja Diajak Rasakan Langsung Upaya Cegah Karhutla
asto s June 11, 2026 12:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Asap tebal yang pernah menyelimuti langit Jambi 11 tahun lalu, pada 2015, mungkin hanya menjadi cerita bagi sebagian mahasiswa Universitas Jambi (Unja). 

Pada Rabu (10/6/2026), mereka diajak melihat lebih dekat bagaimana ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa terjadi, sekaligus memahami apa yang dapat mereka lakukan untuk mencegahnya.

Ratusan mahasiswa memadati Auditorium UNIFAC Unja untuk mengikuti kuliah umum bertema Antisipasi dan Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut di Provinsi Jambi. 

Tak sekadar mendengar materi dari para narasumber, mereka juga mendapat kesempatan menyaksikan langsung simulasi pemadaman karhutla di lapangan kampus.

Kegiatan yang digagas PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group, itu menghadirkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, hingga pegiat lingkungan. 

Namun, perhatian mahasiswa tak hanya tertuju pada paparan di dalam ruangan. 

Mereka tampak antusias saat melihat berbagai peralatan yang biasa digunakan petugas untuk menghadapi kebakaran hutan.

Di bawah terik matahari, mahasiswa berkumpul di Lapangan Sepak Bola Unja. 

Mereka mengamati cara kerja pompa air, selang pemadam, hingga prosedur penanganan titik api yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari layar televisi atau media sosial.

Bagi banyak peserta, simulasi tersebut menjadi pengalaman baru. Mereka diajak memahami bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran biasa, melainkan ancaman yang berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga kelestarian lingkungan.

Rektor Universitas Jambi, Prof Helmi, mengatakan kampus memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

"Ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbarui komitmen bersama dalam melindungi ekosistem gambut Jambi. Universitas Jambi siap menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Jambi yang bebas asap, sehat, dan lestari," ujarnya.

GM Fire Management APP Group, Sujica Lusaka, menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karhutla. 

Menurutnya, edukasi dan deteksi dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.

"Melalui kegiatan edukasi dan simulasi ini, kami berharap lahir pemahaman bersama bahwa pencegahan dan deteksi dini adalah langkah paling penting dalam melindungi hutan," katanya.

Tak hanya memberikan edukasi, APP Group juga menegaskan komitmennya dalam mendukung mitigasi karhutla melalui kesiapan armada dan helikopter di wilayah operasional perusahaan yang mencakup Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Pada hari yang sama, PT WKS turut menghadiri Apel Siaga Karhutla di Korem 042/Garuda Putih Jambi. 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jambi.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan, terutama APP Group, yang membantu operasi OMC sebanyak dua puluh kali untuk Provinsi Jambi," ujar Al Haris.

Dukungan serupa datang dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Bima Suprayoga. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam upaya menjaga kelestarian hutan.

"PT WKS sudah sangat baik dalam kegiatan pencegahan karhutla seperti ini. Semoga perusahaan lain ikut proaktif membangun sinergi untuk menjaga kelestarian hutan agar lima tahun ke depan Jambi masih memiliki hutan yang terjaga," katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh unsur Forkopimda, Ketua APHI, Rektor Unja, dan perwakilan PT WKS.

Namun yang paling penting bukanlah seremoni di atas panggung. Harapannya, para mahasiswa yang pulang dari kegiatan itu membawa satu kesadaran baru: menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas pemadam kebakaran, melainkan tanggung jawab bersama. 

Dari ruang kuliah hingga desa tempat mereka mengabdi nanti, mereka diharapkan menjadi generasi yang ikut menjaga Jambi tetap hijau dan bebas asap. (Tribun Jambi/Rifani Halim)

Baca juga: ​Cegah Karhutla, Empat Kecamatan Rawan di Muaro Jambi Diguyur Hujan Buatan

Baca juga: Tabung Gas Melon Rp35-38 Ribu di Kota Jambi, Cek Daftar Harga Gas Elpiji 5,5Kg dan 12Kg

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.