Tribunjogja.com Yogyakarta -- Tim peneliti UGM kini menaruh perhatian besar pada dugaan keterlibatan gas fosfin (PH3) dalam fenomena kebakaran misterius di rumah Agusyani, Seyegan, Sleman.
Berbeda dengan gas hidrogen yang sudah terdeteksi, fosfin relatif sulit diukur karena cepat bereaksi dengan oksigen. Untuk itu, tim berencana mendatangkan alat khusus dari vendor guna memastikan keberadaannya.
Selain itu, tim juga telah melakukan penyuntikan larutan air kapur ke dalam tanah sebagai metode penjenuhan basa.
Tujuannya adalah memutus rantai produksi gas hidrogen dengan cara mematikan bakteri Clostridium yang diduga menjadi penghasil gas pemicu api.
Berikut langkah-langkah ilmiah yang sedang dan akan dilakukan tim UGM:
1. Deteksi Gas Hidrogen (Sudah Terbukti)
2. Rencana Pengukuran Fosfin(Tahap Selanjutnya)
3. Penyuntikan Larutan Air Kapur (Mitigasi Awal)
4. Kombinasi Data Penelitian (Langkah Final)
Dengan tahapan ini, tim berharap bisa memastikan apakah fosfin benar-benar berperan sebagai pemicu kebakaran spontan.
Jika terbukti, maka fenomena teror api di Seyegan bukan sekadar anomali geologi, melainkan kombinasi kompleks antara gas hidrogen, fosfin, dan kondisi lingkungan. (*)
Baca juga: Fenomena Api di Seyegan Masih Terjadi, Pemilik Rumah Ingin Ikhtiar Batin