Pertamax Mahal, Antrean Jalur BBM Non Subsidi Sepi, Pengendara Beralih ke Pertalite
Firmauli Sihaloho June 11, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengendara di Kota Pekanbaru mengeluhkan kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp 17.000 per liter dari sebelumnya di harga Rp 12.900 per liter.

Alhasil, pemilik kendaraan yang biasa memilih Pertamax sebagai bahan bakar minyak (BBM) andalannya, kini mulai beralih ke Pertalite.

Seperti Rahman, warga Pekanbaru pemilik mobil Honda Mobilio ini sebelumnya memang kerap mengisi Pertamax meskipun ia mengantongi barcode subsidi tepat.

Saat itu ia menilai Pertamax memiliki kualitas yang baik dengan harga yang masih terjangkau.

"Kalau dulu masih di harga Rp 12 ribuan per liter bisalah kita beli, tapi sekarang naiknya Rp 4 ribu lebih, ya kita mikir-mikir juga, mau gak mau cari yang lebih murah, yang penting mobil masih bisa jalan," katanya, Kamis (11/6/2026).

Rahman berharap harga BBM non subsidi tidak terlalu jauh naiknya sehingga masyarakat tetap bisa membeli BBM berkualitas yang ramah di kantong.

Sementara itu, dari pantauan Tribunpekanbaru.com di sejumlah SPBU, memang terdapat antrean di jalur pengisian Pertalite, baik sepeda motor maupun mobil, namun masih dalam tahap wajar.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Yadi Terpaksa Kandang­kan Fortuner dan Beralih ke Mobil yang Lebih Irit

Baca juga: BREAKING NEWS: JPU KPK Hadirkan Saksi Ahli Perkuat Dakwaan Korupsi Abdul Wahid DKK, Ini Sosoknya

Di SPBU Jalan Sembilang Kecamatan Rumbai misalnya, antrian kendaraan tidak terlalu panjang dan tidak butuh waktu lama bagi pengendara untuk mengisi BBM.

Menurut seorang petugas SPBU di sana, tidak ada aksi panic buying sejak kenaikan harga Pertamax.

Namun memang jumlah kendaraan yang mengisi BBM non subsidi berkurang, antrean di jalurnya pun sepi.

"Ya paling banyak yang isi Pertamax itu mobil plat merah sekarang," katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.