TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sebuah desa di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) disulap menjadi kampung bola dalam rangka menyambut perhelatan sepak bola Piala Dunia 2026, Kamis (11/6/2026).
Kampung bola ini berada di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa, pintu gerbangnya tepat di pinggir Jl Trans Sulawesi.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, bendera peserta piala dunia dikibarkan di depan rumah warga, sudut kampung, dan pusat keramaian.
Baca juga: Gegara Beli BBM Pertalite Pakai Jerigen, 2 Pemuda Terancam 6 Tahun Penjaran dan Denda Rp60 M
Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 10 Halaman 133 Kurikulum Merdeka, Bahas Soal Sikap atas Keragaman
Pada pintu masuk desa, terdapat spanduk ucapan selamat datang di kampung bola bertemakan Piala Dunia 2026.
Lalu sepanjang lorong di depan rumah warga dikibarkan bendera Tim Nasional yang berlaga di Piala Dunia 2026.
Bendera peserta Piala Dunia yang dikibarkan terdiri dari berbagai macam ukuran, mulai dari 1 meter hingga 9 meter.
Banyaknya jumlah bendera yang dikibarkan, membuat suasana di kampung bola ini tampak meriah berhias bendera.
Kampung bola sengaja dibuat sebagai bentuk kebahagiaan warga dalam menyambut pesta sepak bola paling bergengsi sejagad raya ini.
Selain memasang bendera negara peserta piala dunia, warga juga melukis dinding rumah dengan gambar bertema piala dunia.
Warga juga rela merogoh kocek lebih untuk menghias rumahnya dengan lukisan bertema piala dunia.
Mulai dari bendera negara peserta piala dunia, jadwal pertandingan, hingga figur pemain sepak bola favorit.
“Ini sebagai bentuk kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, serta menyambut piala dunia,” kata warga Nasaruddin kepada wartawan.
Nasaruddin merupakan warga lokal yang sejak kecil tinggal di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa.
Dia menyampaikan jika warga di desanya ini sangat menyukai sepak bola dan fanatik mendukung tim-tim sepak bola.
Sebagai bentuk kecintaannya, warga menyulap kampung dengan kemeriahan piala dunia 2026.
Nasaruddin menyebut setiap pagelaran sepak bola, selalu disambut meriah masyarakat.
“Mulai dari kalangan anak-anak, pemuda, sampai emak-emak itu ikut memeriahkan piala dunia ini,” ungkapnya.
Ayah dua anak ini menyebut jika warga Pambusuang juga punya klub bola lokal terkenal yakni Kompas Pambusuang.
Klub bola Kompas Pambusuang FC ini menjadi kebanggaan warga, cikal bakal fanatisme warga terhadap sepak bola.
Selain kampung bola, warga juga rencananya akan mengelar konvoi dalam rangka sambut piala dunia.
Untuk diketahui, Sebanyak 48 negara dari berbagai belahan dunia, termasuk tim-tim raksasa seperti Brasil, Argentina, Prancis.
Terdapat pula tim kejutan Kroasia, siap bertarung memperebutkan trofi emas paling bergengsi.
Piala Dunia 2026, yang menampilkan 48 tim, akan resmi dimulai pada 12 Juni hingga 20 Juli 2026.
Peserta piala dunia 2026 ini akan berlaga di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, Amerika Serikat.
Total ada 104 pertandingan akan berlangsung di tiga negara tuan rumah bersama yakni Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada.
Di Indonesia, tayangan siaran langsung pertandingan Piala Dunia akan disiarkan oleh TVRI, sebagai pemegang hak siar.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli