SURYA.co.id LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan musim dan cuaca ekstrem.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Lamongan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Kamis (11/6/2026).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyerahkan mesin rotavator kepada tujuh kelompok tani penerima bantuan.
Bantuan alsintan tersebut merupakan dukungan dari Pemerintah Pusat sebagai tindak lanjut dari rencana aksi yang disusun Pemkab Lamongan dalam menghadapi musim kering dan potensi cuaca ekstrem.
Baca juga: Pemdes Sidomukti Lamongan Salurkan Insentif Dana Desa untuk 30 Guru
“Ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari rencana aksi yang kita buat dalam rangka menghadapi musim kering atau perubahan cuaca ekstrem yang akan datang,” ujar Kaji Yes kepada SURYA.co.id, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang diterima Lamongan cukup besar dan mencakup berbagai sarana penunjang pertanian modern.
Di antaranya 18 unit pompa air, 13 rotavator, 23 hand tractor, hingga ratusan sarana irigasi perpompaan dan perpipaan.
“Yang kita berikan ada 18 pompa, rotavator 13 unit, hand tractor 23 unit. Kemudian irpom dan irpip ada 181 titik irigasi yang nanti akan dipasang secara serentak, terutama di daerah tadah hujan agar bisa mengambil sumber air. Sementara combine harvester masih ada tiga unit,” katanya.
Menurutnya, perhatian besar dari Pemerintah Pusat tidak lepas dari posisi strategis Lamongan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Bahkan, capaian luas panen di Lamongan disebut mampu melampaui target pemerintah.
“Lamongan dianggap berhasil karena mampu panen di luasan 193 ribu hektare dari luas baku sawah sekitar 95 ribu hektare. Ini menunjukkan produktivitas kita terus meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, indeks pertanaman di Lamongan juga mengalami peningkatan signifikan dari sebelumnya 1,64 menjadi 2,1.
Tahun ini, Lamongan bahkan ditarget meningkatkan luas tambah tanam dari 193 ribu hektare menjadi 233.384 hektare.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Lamongan terus mendorong modernisasi pertanian melalui berbagai program pendukung, mulai dari penyediaan sarana prasarana pertanian, pemilihan bibit unggul, percepatan distribusi pupuk, hingga pengendalian hama.
“Semoga pupuk tersedia lancar tanpa kendala dan pemberantasan hama bisa berjalan optimal, " tambahnya.
Semua ini bagian dari transformasi pertanian modern di Lamongan agar hasil panen meningkat, nilai tukar petani naik, dan kesejahteraan masyarakat semakin baik.
Sementara itu, Kepala DKPP Lamongan Mugito menegaskan, seluruh bantuan pertanian diberikan berbasis kelompok tani, bukan perorangan.
“Bantuan pertanian ini berbasis Poktan, bukan individu,” tegas Mugito.
Adapun tujuh kelompok tani yang menerima bantuan traktor roda crawler (rotavator) secara simbolis yakni Poktan Harapan Makmur Desa Dumpiagung Kecamatan Kembangbahu, Poktan Tani Mulyo Desa Kanoman Kecamatan Tikung, Poktan Sekar Gading III Kecamatan Sekaran, Poktan Tani Seger Satu Desa Karangwungu Kecamatan Karanggeneng.
Poktan Sri Manunggal Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Poktan Sekar Srengenge VI Desa Sungegeneng Kecamatan Sekaran, serta Poktan Sumber Tani Dua Desa Sumberbendo Kecamatan Mantup.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap para petani mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan iklim yang semakin dinamis.