Enam Menit Yang Mengubah Nasib Ilham di Persebaya, Dari PSAL ke Tim Utama 
Wiwit Purwanto June 11, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Enam menit di lapangan mungkin terlihat singkat bagi banyak pemain, tetapi bagi Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, waktu itu menjadi penanda panjangnya perjalanan dari pembinaan hingga akhirnya mencicipi atmosfer tim utama Persebaya Surabaya dalam laga kompetitif di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dari PSAL ke Panggung Elite: Jalan Panjang Seorang Bek Muda

Momen debut Ilham terjadi saat laga kontra Persik Kediri pada Sabtu (23/5), ketika ia masuk di menit ke-90 menggantikan Jefferson Silva. Meski hanya bermain enam menit, ia langsung menunjukkan karakter kuat dengan mencatat dua tekel yang menegaskan keberaniannya di level tertinggi sepak bola nasional.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan debut bersama tim utama. Ini momen yang sudah saya tunggu sejak lama. Saya tahu perjalanan belum selesai, justru ini baru awal,”ujar Ilham.
“Saya ingin terus belajar dari pemain senior, bekerja lebih keras lagi, dan membuktikan kalau pemain dari Future Lab juga bisa bersaing di level tertinggi," sambungnya.

Perjalanan Ilham sendiri bukanlah kisah instan. Ia tumbuh dari sistem pembinaan Persebaya Future Lab, sebelum memperkuat Persebaya U-20 di Elite Pro Academy Super League 2025/2026. Lebih jauh ke belakang, ia merupakan jebolan PSAL Surabaya, yang menjadi fondasi awal kariernya di sepak bola.

Baca juga: Persebaya Tegaskan Arah Baru! Ernando Ari Tetap Jadi Tembok Kokoh di Bawah Mistar   

Musim ini, Ilham mencatat 17 penampilan bersama tim U-20 dengan kontribusi dua gol dari posisi full back kanan. Ia juga membukukan 54 tekel, 59 intersep, dan 19 sapuan, statistik yang menegaskan perannya sebagai benteng pertahanan yang konsisten sekaligus agresif.

Debut, Harapan Baru, dan Tekad Menembus Tim Utama

Debut singkat itu menjadi awal dari babak baru, bukan akhir dari perjalanan. Sistem promosi di lingkungan pembinaan Persebaya membuka ruang kompetitif yang ketat, dan Ilham berhasil menjawab tantangan tersebut dengan konsistensi di level usia muda.

“Saat masuk ke lapangan, saya hanya berpikir menjalankan instruksi pelatih dan bermain semaksimal mungkin. Saya tidak ingin hanya masuk dan merasakan atmosfer, saya ingin menunjukkan kalau saya siap ketika dibutuhkan," tambahnya.

Pemain berusia 19 tahun itu menegaskan ambisinya untuk mendapatkan lebih banyak menit bermain musim depan dan terus berkembang bersama tim utama. Baginya, setiap kesempatan adalah hasil dari kerja keras yang harus terus diperjuangkan di setiap sesi latihan.

“Saya berharap musim depan bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan terus berkembang. Saya ingin terus meningkatkan kemampuan, membantu tim meraih hasil terbaik, dan membuktikan bahwa saya layak berada di tim utama," ucap Ilham.

Baca juga: Profil Ahmad Mujtaba Ilham Akbar dan Debutnya di Persebaya Senior

Selama berada di lingkungan senior, ia juga banyak menyerap pelajaran dari pelatih Bernardo Tavares yang dikenal disiplin dan detail dalam membentuk karakter pemain muda.

"Coach Bernardo banyak memberikan pelajaran untuk saya. Beliau selalu menuntut pemain bekerja keras dan disiplin dalam setiap sesi latihan. Saya merasa banyak belajar, terutama soal mental, fokus, dan bagaimana harus bersikap sebagai pemain profesional," tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.